4 Bab 4 : H-Halo Pak, Selamat Siang. Ada Yang Bisa Saya Bantu? (1/2)
”Bagaimana hasilnya?”
Daniel penasaran dengan hasilnya. Selama ini, adik-adiknya mendapatkan beasiswa dari sekolah, sehingga beban untuk Daniel berkurang.
”Host, Selamat. Kecerdasanmu lebih rendah dari kedua adikmu.”
”Hei, Kau mengejek kecerdasanku!” Daniel kesal, tapi setelah menelaah kalimat Sky, ia pun melanjutkan, ”Tapi, syukurlah kalau kecerdasan adikku lebih tinggi dariku.”
Daniel berkata dengan bangga.
”Host, tenanglah. Dengan hadirnya sistem, kau bisa meningkatkan Kecerdasanmu melebihi Einsten. Bahkan IQ-mu bisa sampai 500!”
Sky berkata dengan bangga.
Mata Daniel cerah kemudian bertanya ”Benarkah?”
”Tidak, Aku berbohong.”
”Sistem Sampah!”
”Host, Aku bercanda. Hanya bercanda. Jangan dibawa ke hati, nanti baperan terus, baru tau rasa!”
”Kepalamu yang baperan!”
Disaat Daniel sibuk berbicara dengan Sky, Bel masuk berbunyi.
Murid lainnya memasuki kelas dan duduk dengan rapi menunggu guru datang.
Kali ini seorang guru tanpa kepala ... tidak, seorang guru tanpa rambut alias botak, memasuki kelas. Guru ini memandang seluruh ruangan dan menemukan Daniel yang sedang ”tertidur”.
Alisnya berkerut dan mendengkuskan nafas dingin. Ia berjalan ke meja dan meletakkan bukunya dengan keras.
Semua murid yang melihat ini tidak bisa tidak terkejut. Kemudian mereka melihat sekeliling dan menemukan Daniel tertidur.
Tanpa sadar, mereka menelan ludah dan berkata dalam hati, ”Daniel, kau sudah selesai...”
Tentu saja diantara mereka, Bella tidak termasuk. Bella malah merasakan kesedihan ketika melihat Daniel tertidur. Dia berpikir bahwa itu semua disebabkan olehnya, meskipun ia salah sangka.
Pak Botak melihat ini wajahnya semakin gelap yang menandakan ia marah. Ia bergegas mendatangi meja Daniel dan memukul meja.
BAM!
Semua murid termasuk Bella, semuanya terkejut.
Selain Bella, semuanya berpikir lagi dan berkata dalam hati ”Daniel, kau benar-benar selesai. Aku turut berduka...”
Daniel tak kunjung bangun meskipun suara keras terdengar.
Sementara itu di ruang kesadaran Daniel.
”Sky, kapan kau akan memberikan tugas?”
”Host, kau ingin tugas segera?”
”Iya! Bisakah kau memberiku tugas?”
”Tentu saja. Sekarang akan kuberikan kau tugas. Tugasnya adalah mencari seorang pacar!”