11 Bab 11 : Sky Booster (1/2)

Kinar menarik Daniel menuju kursi kosong.

Setelah duduk, Kinar menunjuk pada makanan dan minuman yang dia inginkan,”Daniel, aku ingin ini, kemudian ini dan ini.”

Daniel memutarkan matanya, berkata, ”Hei ketua osis, aku bukan pelayan di kantin ini. Silahkan pesan sendiri ke ibu kantinnya.”

Kinar menggelengkan kepalanya, ”Hei, kamu mentrakrirku, jadi kamu yang melayaniku. Siapa kemarin lusa yang bilang akan menraktirku?”

Daniel menghela napas pasrah dan mengikuti apa yang dinginkan oleh Kinar. Ia kemudian berkata dalam hatinya kalau tidak akan lagi memtraktir seseorang.

Beberapa menit kemudian, semua pesanan telah di bawa Daniel ke meja yang ditempati oleh Kinar.

Daniel berlagak seperti pelayan, kemudian berkata: ”Nyonya ketua osis, pesananmu sudah selesai. Silahkan nikmati makananmu.”

Daniel menaruh makanan tersebut didepan Kinar.

Kinar memutarkan matanya, berkata dengan candaan, ”Aktingmu lumayan. Maukah kau kuajak ke sutradara?”

Daniel kemudian duduk dan menatap Kinar, ”Aku sudah biasa melakukan ini. Bagaimana pun juga menjadi pelayan adalah salah satu pekerjaanku. Meski tempat kerjaku dulu bukanlah restoran mewah.”

”Wah, kamu sangat terampil. Apa lagi pekerjaan yang kau lakukan selain itu?”

”Daripada ditanyai mengenai itu, lebih baik memgobrol tentang hal yang lagi tren dilakukan jaman sekarang. Sama halnya gadis sepertimu, Ketua Osis.”

”Tidak perlu. Bagaimana kalau mengobrol tentang dirimu?” Kinar melahap makanannya dan menujuk Daniel dengan sendok yang ia gunakan.

Daniel sedikit terkejut, kemudian ia mengangkat bahunya dan berkata, ”Oh! Tentangku? Aku tak tau kalau ketua osis akan tertarik dengan laki-laki sepertiku.”

Kinar menatap Daniel dalam-dalam. ”Dimataku kau sangat menarik.”

”Ternyata Ketua Osis suka berondong,” Daniel berkata dengan sedikit tertawa.

”Kamu! Aku belum tante-tante. Umurku belum menginjak 18 tahun,” kata Kinar dengan sedikit kesal.

”Baiklah, baik. Jadi, apa yang ingin ketua ossis ketahui tentangku?” Daniel berhenti makan, ia menatap Kinar.

”Oh, tatapanmu bagus. Sayang sekali tak bisa membuatku jatuh cinta,” Kinar langsung berkomentar, ia melanjutkan, ”Daniel, apakah kau sudah mempunyai pacar?”

Ketika Kinar selesai bertanya, murid di sekita meja yang ditempati Kinar berhenti melakukan aktivitasnya karena kejutan dari pertanyaannya.

”Ternyata Ketua Osis langsung to the point ya,” Daniel melihat murid di belakang Kinar berhenti makan, kemudian tatapan mereka berbalik padanya. Ia kemudian melanjutkan, ”aku-”

Belum selesai Daniel berkata, jawabannya dipotong oleh seseorang.

”Daniel!” panggil Bella.

Suara Bella membuat banyak murid sekali lagi terkejut.

”Oh, Bella. Kebetulan sekali bertemu denganmu di kantin,” Daniel berkata dengan jenaka.

Kinar memutar matanya, berkata: ”Oh, ini murid pindahan dari luar negeri itu ya? Salam kenal, aku Kinar.”

Bella menatap Daniel kemudian berpindah pada Kinar, ia menjawab dengan senyuman, ”Salam kenal, ketua osis Kinar.”

Saat keduanya bertatapan, ada jejak listrik diantara mata mereka.

Daniel mengabaikan ini dan meneruskan makannya.

”Ada apa kamu kemari, Bella? Mau ikut bergabung?” tanya Kinar dengan sedikit sarkasme.

”Oh, tidak. Hanya sedikit urusan saja dengan Daniel. Bisakah aku menanyakan sesuatu?” Bella berhenti sebentar, lalu melanjutkan ”Ketua osis, apa kamu nggak sibuk di masa-masa penerimaan siswa baru ini?”

”Oh!” Kinar membuat seruan.

Saat keduanya sibuk berbicara, Daniel dengan cepat menghabiskan makanannya dan kemudian membayar makanannya. Tentu saja dia juga membayar makanan Kinar.

Kepergian Daniel membuat banyak murid terkejut. Bagaimana bisa ada lelaki yang mengabaikan dua wanita cantik? Ini hanyalah Legenda!

Hari ini banyak sekali kejutan. Bisa menjadi hari kejutan internasional.