14 Bab 14 : Sky Booster Booming (1/2)
Sehari berlalu.
Kemarin, Red Queen telah mencari manajer perusahaan profesional, hanya tinggal menunggu pihak manajer perusahaan .
Semakin banyak pengunduh Sky Booster di Google Play Store, terutama di kalangan anak muda yang sering bermain Mobile Legends, Arena of Valor, PUBG Mobile atau game yang sedang trend lainnya.
Meskipun yang membayar hanya sedikit, Daniel tak mempermasalahkan itu. Setidaknya biarkan mereka merasakan pengalaman yang android dioptimalkan.
Untuk rencana lebih lanjut, Daniel membuat website khusus untuk Sky Booster dan juga dia membuat Instagram, Facebook Fanspage, dan Twitter official Sky Booster.
Daniel pergi ke sekolah seperti biasanya. Mengobrol dengan Bella di pagi hari, lalu makan siang sendiri di belakang gedung sekolah, dan belajar. Kadang-kadang ia ke perpustakaan saat istirahat kedua.
Baru-baru ini, ketika hal berbau tentang teknologi didengar Daniel, ia bisa memahaminya dengan mudah. Bahkan ia bisa memikirkan beberapa teknologi yang tak bisa dilakukan oleh ahli masa kini. Seperti fusi nuklir, kecerdasan buatan, paduan logam, robotika, dan lain sebagainya.
Daniel tak bisa memulai melakukan penelitian fusi nuklir, paduan logam dan yang lainnya karena terbatasnya fasilitas, materi, dan kebutuhan lainnya. Tapi, ada hal yang membuatnya tertarik. Hal itu adalah robot medis cerdas, seperti yang ada di Big Hero 6, yaitu Baymax. Bahan yang digunakan oleh Tadashi Hamada bisa ditemukan di masa saat ini. Dan juga, harga bahan-bahannya terjangkau.
Untuk hal kecerdasan buatan, Daniel bisa membuatnya. Baik dari Smart Core, Chip Medis, dan lainnya bisa dilakukan Daniel. Untuk membuat kerangka Baymax, Daniel hanya bisa mencobanya. Tapi, itu tak bisa dilakukannya sekarang. Butuh laboratorium pribadi, atau setidaknya ruangan pribadi. Jika tidak, ia akan diganggu oleh kedua adiknya yang tentu saja akan bertanya tentang apa yang dibuatnya. Belum lagi Daniel membuat robot berteknologi tinggi, hal itu akan membut mereka sangat penasaran.
Saat ini fokus Daniel terletak pada Sky Booster. Hari ini Daniel ingin merilis Sky Booster di China. Dengan ratusan juta pungguna android di China, Daniel yakin kalau Sky Booster akan sukses disana.
”Red kecil, apakah perilisan Sky Booster di China sudah siap?”
”Semuanya sudah siap, Tuan,” Red Queen menjawab.
”Baiklah. Maka, rilislah segera.”
”Baik, Tuan.”
Red Queen dengan cepat merilis informasi mengenai Sky Booster di berbagai forum, app store, dan sosial media di China.
Untuk harga Sky Booster selama setahun hanyalah 20 yuan untuk region China. Jika dirupiahkan, maka harganya senilai 42 ribu rupiah.
Untuk komentar mengenai aplikasinya, Daniel tidak terlalu peduli. Bagaimana pun ia ada di Indonesia, tidak di China, sehingga tekanannya tidak tinggi.
Setelah memerintahkan Red Queen, Daniel sekarang mengetik kode-kode kecerdasan buatan. Sebenarnya Daniel bisa menyalin kode dari Red Queen namun kode kecerdasan dari Red Queen sangatlah besar ukurannya dan terlalu boros kode. Kode yang ada dalam pikiran Daniel lebih sederhana daripada kode Red Queen. Jika kode Red Queen 00000001 maka yang Daniel gunakan hanyalah 01. Dengan begitu, kecerdasan buatan yang Daniel buata bisa lebih efesien, cerdas dan lebih manusiawi.
Untuk membuat kecerdasan buatan, dibutuhkan banyak waktu. Bahkan jika Daniel menggunakan 24 jamnya untuk menulis kode kecerdasan buatan yang lebih maju tak akan mencapai 1%!
”Meskipun kode ini sudah disederhanakan, butuh waktu berbulan-bulan untuk membuat lebih maju lagi,” Daniel mendesah.
Jika para peneliti kecerdasan buatan mendengar keluhan Daniel, peneliti itu tak akan segan menghantamkan kepala Daniel pada tumpukan server.
Membuat kecerdasan buatan tak semudah itu. Bahkan, jika membuat kecerdasan buatan yang sederhana saja lebih susah daripada membuat hati cewek luluh.
Apalagi yang ingin dibuat Daniel tidak hanya kecerdasan untuk robotnya, tapi kecerdasan buatan yang lebih maju. Maka, itu hanya akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk para peneliti menelitinya dan membutuhkan biaya milyaran Dollar Amerika!