47 Bab 47 : Pedang (1/2)
Daniel sudah sampai di rumahnya. Ia membuka pintu dan berkata, ”Nay, aku pulang.”
Beberapa detik kemudian, suara seorang gadis terdengar dari dalam.
”Selamat datang kembali, Niel,” kata Nayla sambil membawa handuk di tangannya.
Daniel menerima handuk itu. Ia berkata, ”Nay, ke kamarku sebentar.”
”Baik, Niel,” kata Nayla mengikuti Daniel ke kamarnya.
Sambil berjalan menuju ke kamarnya, Daniel bertanya pada Nayla.
”Bagaimana situasi perusahaan saat ini?”
”Semua baik-baik saja. Meski ada beberapa masalah kecil, perusahaan tetap berada pada jalurnya,” jawab Nayla.
Mendengarkan itu, Daniel berpikir sesaat. Kemudian ia berkata, ”Baiklah, liburan sekolah nanti aku akan mengunjungi perusahaan. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada Lia Jie dan semua atasan di sana mengenai proyek selanjutnya yang harus kita kerjakan.”
”Baik. Aku akan mengatakannya pada Lia Siyu dan para atasan nantinya.”
Daniel mengingat sesuatu, ia bertanya, ”Ngomong-ngomong, bagaimana dengan gedung perusahaan yang dibangun?”
”Gedung hampir selesai dibangun. Awal 2019 nanti kita bisa pindah ke sana.”
Daniel tersenyum senang, ia berkata ”Seperti yang diharapkan dari Lia Jie. Dia bergerak dengan cepat.”
Keduanya sudah sampai di kamar Daniel.
”Nay, masuk. Setelah itu kunci pintunya,” kata Daniel sambil melepas semua pakaiannya.
”Baik,” jawab Nayla singkat.
Nayla menutup dan mengunci pintu. Ia kemudian berbalik dan melihat Daniel sedang melepaskan pakaiannya satu persatu.
Nayla menjerit kecil dan menutup matanya, wajahnya penuh dengan rona merah. Ia buru-buru bertanya, ”Niel, apa yang ingin kamu lakukan? Mengapa kamu melepas semua pakaianmu? Apakah kamu ingin berkembang biak?”
Daniel yang sedang melepaskan pakaiannya hampir memuntahkan darahnya.
Hei, sejak kapan robot bereaksi seperti ini?
Pertanyaan itu bergema dalam pikiran Daniel.
”Nay, dimana kamu belajar tentang itu?”
Masih menutupi wajahnya yang memerah, Nayla menjawab dengan nada polosnya, ”Di internet. Selain itu, di internet ada banyak video tutorial manusia berkembang biak.”
Daniel tak tahu harus tertawa atau menangis. Ia sangat tidak menyangka bahwa Nayla sangat manusiawi sampai tahu pada tahap 'perkembangbiakan' manusia.
Melihat Daniel tak menjawabnya, Nayla bertanya lagi, ”Apakah Niel ingin berkembang biak sekarang juga?”
Daniel tak bisa berkata-kata mendengar pertanyaan dari Nayla. Ia membeku menatap Nayla.
Diamnya Daniel membuat Nayla berpikir bahwa Daniel memang benar ingin 'berkembang biak' dengannya sekarang juga.
Nayla melepaskan pakaiannya satu persatu, Daniel dengan tatapan kosong menatap Nayla.
Ketika Nayla ingin melepas branya, darah mengalir dari hidung Daniel.
Melihat Daniel mimisan, Nayla dengan cepat menghampiri Daniel.
*Boing Boing*
”Niel, apa kamu baik-baik aja? Kenapa kamu mimisan begini?” tanya Nayla sambil mengusap darah dari hidung Daniel.
Daniel akhirnya tersadar. Ia dengan cepat mundur beberapa langkah menjauhi Nayla.
Daniel dengan buru-buru menjelaskan, ”Nay, cepat pakai pakaianmu lagi. Lupakan tentang mimisanku, aku menyuruhmu masuk ke kamar untuk membantuku mengeluarkan peluru dari dalam tubuhku.”
Dia kemudian menunjuk ke arah pinggang bagian belakangnya.
Nayla terlihat sedikit kecewa mendengar perkataan Daniel. ia bertanya dengan suara lemah, ”Apakah Niel tidak tertarik pada tubuhku ini? Aku bisa mengubahnya lagi.”
Daniel dengan cepat menggelengkan kepalanya, ”Bukan itu maksudku! Tubuh Nay sangatlah mempesona, itu membuatku bergairah. Tapi, sekarang bukanlah saatnya! Lain kali saja melakukan perkembangbiakan itu. Saat ini ada dua peluru bersarang ditubuhku, jika tidak cepat dikeluarkan, aku khawatir itu akan menyebabkan hal yang tak diinginkan.”
Setelah mengatakan itu, dia segera berbalik. Dia duduk di kasur menghadap ke dinding.
Mendengar jawaban Daniel, Nayla tersenyum gembira lagi. ”Baiklah. Karena Niel berkata seperti itu, aku akan dengan cepat mengeluarkan peluru dari tubuhmu itu.”
Nayla segera mengubah tangannya menjadi alat yang digunakan untuk mengeluarkan peluru dari tubuh.
Proses pengeluaran peluru pun di mulai.
....
Setelah selesai melakukan proses mengeluarkan peluru dari tubuh, Daniel dan Nayla menyiapkan makan malam bersama.
Setelah makan malam bersama, Daniel kembali ke kamarnya. Ia penasaran dengan peningkatan level sistemnya.
Setelah mengunci pintu dan menutup seluruh gorden di kamarnya, Daniel memeriksa statusnya.
Nama : Daniel
Usia : 17 Tahun
Level Sistem : 2 (0%) ∇
Tugas : Tidak Ada
Penyimpanan : Pedang, Peti Hadiah Peningkatan Level.
Kesempatan Undian : Satu kali
Atribut :
Kekuatan : 140 | Kecepatan : 125
Ketahanan : 120 | Kecerdasan : 170
Roh : 0
....
Setelah melihat status dan atributnya satu persatu, Daniel kemudian mengerti sesuatu.
Jika meningkatkan level sistem, akan ada bonus atribut yang didapatkan.