Chapter 4 - Tapi Aku Suka (1/2)

Pelajaran kedua telah selesai dengan tanda bunyi bel jam istrahat. Alisya hanya terduduk diam di mejanya melemparkan pandangannya keluar jendela. Ia akhirnya menoleh ketika seseorang menepuk pundaknya dan itu adalah Karin. meski berbeda ruangan, Karin sudah terbiasa bersama Alisya sehingga dia datang menjemputnya untuk ke kantin.

”Kamu nggak mau makan?” Ia tertunduk setengah berbisik. yang dijawab dengan gelengan kepala Alisya.

Menepuk pundaknya lagi

”Ayo makan, aku yang traktir” kali ini ia tidak menunggu jawaban Alisya dan langsung menariknya menuju kantin.

Tepat ketika mereka sudah disana, kantin ternyata sudah ramai oleh para siswa. tentu saja tidak untuk para elit karena mereka punya kantin sendiri yang bisa disebut sebagai restoran dengan koki yang menghidangkan makanan plus menu yang berganti tiap harinya.

”Wah.... sepertinya kita tidak kebagian tempat duduk nih Sya” ucapnya dengan terus melihat kesekeliling kantin.

Alisya juga dengan malas melihat ke sekeliling hingga melihat Rinto dan Yogi beserta yang lainnya sedang duduk makan. Tanpa memperdulikan Karin yang sedang sibuk mencari, Alisya bergerak dan menepuk pundak Rinto. Seketika itu pula Rinto dan Yogi langsung mengosongkan tempat di ikuti pandangan bingung dari yang lainnya.

”Silahkan duduk Sya, kami akan cari tempat lain saja” bisiknya menatap teman yang lain memberi tanda untuk pergi

”Ayo kalian berdirilah! ” ucap yogi kepada yang lain.

Alisya mengangkat tangannya kepada Karin dan menyuruhnya mendekat.

”haaahhhh,,, ” desahnya ketika mendekat. ”Memang hanya dirimu yang mampu melakukan ini tanpa banyak bicara” entah ini pujian yang baik atau buruk iapun bingung harus bereaksi bagaimana tapi setidaknya mereka akhirnya bisa makan.

”Ya sudah aku pesan Bakso dan Nasi goreng kamu Bakso dan Nasi goreng juga kan? ” Nafsu makan kedua wanita ini cukup besar untuk bisa menghabiskan makanan itu.

”Mie ayam dan Nasi goreng” tatapnya ketus kepada karin.

”Dasar! Giliran makan aja baru keluar tuh suara” ledek karin. Ia sebenarnya tau makanan kesukaan Alisya tapi ia sengaja mempermainkannya.