Chapter 8 - Pembully yang Kolot (1/2)

Alisya menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Ia yang sebagian besar tidak dikenal bisa memiliki kesempatan besar dengan menjadi Partner seorang Elit nomor 1 bukan hanya di sekolah namun di Indonesia. Baik guru, siswa biasa, para elit dan 10 kalangan besar semuanya mencari Alisya. mereka ingin melihat langsung apa yang membuat Adith bisa berpikir bahwa cewek ini cukup menarik untuk menjadi partnernya namun banyak pula yang tidak menyukainya.

Dari pagi hari sudah banyak serangan yang datang padahal Ia sengaja datang sedini hari mungkin ke sekolah untuk menghindari kebisingan. Kepalanya sudah cukup penuh dengan pertanyaan orang yang mendatanginya dengan sinis dan bisikan bisikan yang terang terangan dilakukan di hadapannya.

”Hei kau kita perlu bicara!!! ” bentak Yuyun memukul meja Alisya dengan keras membuat Alisya harus memegang telinga dan kepala nya yang sakit dengan jam di tangan Alisya yang berbunyi ”Pippip”.

Se isi kelas yang tadi sibuk dengan urusan masing-masing sekarang beralih pandang ke meja Alisya. Bunyi di tangan Alisya membuat Yogi dan Rinto membelalak kepada Yuyun.

”Yun!!! apa yang kau lakukan? Rinto menggertakkan giginya sewaktu bertanya dengan suara pelan.

”Bukan urusanmu” tidak peduli dengan Rinto dia berbalik ke arah Alisya dengan marah.

Rinto ingin menarik Yuyun namun dihentikan oleh Alisya yang memberi isyarat kalau dia baik-baik saja. Kondisi Alisya membuat Rinto dan Yogi sepenuhnya siaga.

”Apa maumu?? ” tanya Alisya dingin setelah menenangkan diri.

”Kamu tidak cukup jadi cewek penggoda yah? ” Nadanya sinis dan menghina

”Huhhhh pergilah! ” Ia merasa sudah malas untuk meluruskan.

”Apa Hak kamu menjadi Partner Adith!!! Miska yang harusnya jadi partner Adith” geram nya lagi

”Apa hak mu bertanya padaku?? ”tatapnya tajam

”Cih, kau bahkan tak pantas menjadi Partnernya”

”Bukan urusanmu! ”

”Kamu pikir kamu siapa?? Kau hanyalah penggoda munafik”

”Tentu saja Adith tidak mungkin mau menjadi partnernya. itu hanya rumor yang tidak jelas! ”tambah Nely tersenyum menghina.

”Pembully yang kolot” ucapnya malas sambil mengalihkan pandangan tidak mengganggap keberadaan keduanya.

Alisya paham akan maksud keduanya namun merasa tidak ada untungnya menjelaskan kepada mereka berdua. mudah saja baginya untuk tidak terpengaruh emosi karena keduanya.

”Kau!!!! ” Yuyun yang geram langung mencabut Hadset yang ada di telinga Alisya dan berteriak dengan keras ”Kau harus diberi pelajaran”

Belum melakukan apa-apa dan hanya mengambil Hadset Alisya. Alisya sudah berteriak dengan keras dan jam di tangannya juga berbunyi sangat keras.

”Aaaaaahhhhhh... aaahhhh!!!!!! ” teriak Alisya menahan sakit.

Reaksi tak terduga Alisya yang tampak, membuat bingung Yuyun dan Nely. Rinto dan Yogi sontak langsung panik.

”Gi, Hadphone kamu mana? ” Dengan cepat Rinto mengambil Hadphone Yogi dengan ukuran yang cukup besar untuk menutupi seluruh telinga dan dengan cekatan menutup telinga Alisya.