Chapter 21 - Tuan Ali (1/2)
”Kamu kenapa sih??? ” karena frustasi Adith melepaskan tangan Alisya dari mulutnya.
”Emmm... kita langsung pulang saja yah?? aku tidak suka disini, aku ingin pulang!!! ” Alisya menundukkan kepalanya dengan suara memelas.
Adith ingin membantah karena Alisya masih harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum keluar, tapi tiba-tiba merasa kakinya lemas dan tak bisa berdiri dengan baik.
Pintu lift terbuka dan Karin sudah berdiri tepat di pintu lift.
”Kamu kenapa? ” Alisya kaget melihat wajah Adith yang kelihatan pucat pasih.
”Dia sudah 3 hari tidak makan karena menjagamu!” Karin menyerbu masuk di ikuti Rinto dan Yogi yang di hubungi Karin untuk mencari Alisya. Keduanya dengan segera mengambil lengan Adith dan membantunya berdiri.
”Apa kamu bodoh??? bahkan anak SD pun tau kalau makanan itu penting bagi tubuh!!! Alisya membentak Adith dengan keras.
”Waaah.... bisa marah juga nih anak” Karin mengejek Alisya dengan sangat lembut di balas tatapan tajam Alisya.
”Dasar bodoh!! Ini bukan karena makan, tapi karena kau! Balas Adith kesal.
”Kau yang tidak makan kenapa malah nyalahin aku sih!!! ” Alisya kesal.
Adith hanya menepok jidatnya dengan keras. Alisya mungkin tidak sadar kalau apa yang dilakukannya sedari tadi telah benar benar menguras energi dan tenaga Adith.
”Ya sudah kalau bagitu kita makan dulu! Tapi aku tidak mau di rumah sakit” Alisya beranjak keluar menuju parkiran mobil dengan tetap memperlambat langkahnya menyesuaikan dengan langkah Adith yang dibopong oleh Rinto dan Yogi.
Karin hanya bisa tersenyum senyum melihat tingkah keduanya yang bertengkar dengan menggemaskan.
”Masuklah, dan duduk dengan benar! Biar Yogi yang menyetir. Kita akan pergi makan,,, aku juga lapar! ” Alisya langsung memotong Adith yang ingin membantahnya.
Menyerah dengan ketegasan Alisya, Ia hanya bersandar kekursi dan menutup matanya.
”Setidaknya kali ini dengarkanlah aku dulu! ” Ucap Alisya sambil memasang sabuk pengaman Adith.
”Aku benar-benar tidak bisa membantahmu! ” Adith tetap menutup matanya dan memperbaiki posisi duduknya agar lebih nyaman.
Mobil sudah berjalan selama beberapa saat hingga ia disadarkan oleh suara Karin yang berada di kursi depan.
”Kamu masih bisa jalan kan? kita sudah sampai!” Karin membangunkan Adith dengan suara lembut.
”Kemana Alisya??? bukannya dia ada bersama kita tadi? ” Adith bingung mendapati Alisya tidak berada bersama mereka.
”Oh.. dia tidak suka naik mobil! jadi dia di bonceng oleh Rinto menggunakan motor!” Terang Yogi.
”Perempuan itu! apa dia tidak tau kalau bajunya... arrghhh!!! bisa-bisanya dia boncengan dengan cowok memakai baju itu” Adith kesal dengan sikap berani Alisya mengingat pakaiannya yang sedikit terbuka.
”Jangan khawatir... mereka akan singgah ke swalayan sebentar untuk membeli baju sebelum kesini” Jelas Yogi menenagkan Adith.
”Dia cukup dekat dengan Rinto kok, jadi Rinto akan menjaganya dengan baik! ” Karin sengaja menekan kata dekat untuk memanasi Adith.