Chapter 64 - Rekomendasikan? (1/2)
”Jadi siapa yang kamu rekomendasikan???” pancing Adora.
”Benar! meskipun banyak yang merekomendasikan kamu, kamu pasti merekomendasikan seseorang juga kan?” tambah Febi
”Rekomendasikan???” Alisya tampak berpikir lalu dengan cepat memandang Rinto dan Karin secara bergantian kemudian berkata ”Aku akan memilih Karin!”
”Akan???” Rinto mengernyitkan dahinya.
”Kok Akan???” tanya Yogi.
”Kenapa akan???? Kamu tidak melihat papan rekomendasi yang ada didepan lobi gedung sebelum memasuki kelas yah?” Emi memandang serius Alisya
”hahahahahaha... Mana peduli dia akan hal seperti itu!”. Karin tertawa melihat wajah Alisya yang polos.
”Maksudnya???” Adora tak mengerti.
”Alisya cenderung tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi disekitarnya selama itu tidak mengusik dirinya. Selain itu ada dan tidaknya lobi sekolah selama ini Alisya tentu tau namun lebih memilih tidak memperdulikan wilayah yang selalu bising oleh banyaknya siswa yang selalu bekumpul untuk mendapatkan dan melihat berbagai macam informasi yang ditampilkan oleh layar LED lobi tersebut.” Jelas Karin sambil memegang pundak Alisya.
Alisya tersenyum memahami kebingungan mereka.
”Maafkan aku! Tapi aku memang tak begitu tertarik untuk menjadi kandidat ketua Osis!” Tegas Alisya.
”Tapi nama kamu menduduki peringkat Atas papan pemilihan rekomendasi Sya” suara Adora terdengar tidak ikhlas setelah mendengar ucapan Alisya.
”Dan Nama Karin berada di Posisi kedua sedangkan Posisi ketiga di tempati oleh Aurelia dari kelas sebelah”. Tambah Emi
”Dari mana kalian mengetahuinya?” tanya Karin bingung.
”Kamu tidak memperhatikan nama kamu sendiri???” tanya Yogi bingung.
”Dia hanya memperdulikan Alisya” tegas Rinto.
”Kalian berdua ini benar-benar hanya memperdulikan satu sama lainnya yah?” Senyum Feby.
Alisya dan Karin saling memandang dan tersenyum nakal. Mereka berdua memang sangat mehamami pikiran dan perasaan masing-masing.
”Sedari tadi kalian hanya membahas mengenai Calon Ketua Osis, bukankah biasanya pemilihan Ketua Osis akan dipasangkan dengan Wakil ketua Osis yang dalam artian kandidat Calon seharusnya akan berpasangan antara Ketua dan Wakil? Lalu apakah cara yang dilakukan oleh kelas biasa akan sama dengan para Elit?” Tanya Alisya masih belum memahami sistem sekolah.
”Tentu saja tidak sama!” Jelas Karin.
”Para Elit memiliki sistem yang sedikit berbeda, mereka tidak merekomendasikan calon melainkan langsung menentukan kandidat berdasarkan strata atau tingkat pada kelas Elit” Jelas Rinto.
”Yang pastinya 3 besar elitlah yang otomatis menjadi para kandidatnya” Tambah Adora.
”Kandidat pertama tentu saja Adith di ikuti Zein dan Riyan. Sedangkan untuk wakilnya, akan dipilih langsung oleh orang yang akan menjabat menjadi ketua Osis nantinya!” Terang Yogi.
”Jika seperti itu, bukankah berarti para elit akan dengan mudah memenangkan pemilihan nantinya?” ucap Alisya ragu.
”Kau masih belum mengerti juga yah???” Karin menepok jidatnya melihat Alisya.
”Kandidat dari kelas biasa bukanlah kandidat utama dalam pemilihan calon Ketua Osis, melainkan kandidat yang akan menjadi wakil dari ketua Osis!” Jelas Rinto setengah berbisik.