Chapter 98 - Lari Estafet (1/2)

”Kau baik-baik saja?” Karin khawatir karena keadaan gedung sudah lebih ribut dibanding sebelumnya!

”Ya tentu saja, ini tidak seberapa dibanding kegilaan kalian saat diruang karaoke!” tawa Alisya mengingat kegilaan yang sangat heboh sewaktu mereka berada diruang karaoke lalu.

”Syukurlah kalau begitu!” Karin sekarang mengalihkan pandangannya ke arah pak Anto yang bertindak sebagai juri sekaligus wasit pertandingan hari itu.

”Pertandingan selanjutnya adalah Estafet, tiap kelas terdiri atas 6 orang dengan 3 cowok dan 3 cewek sebagai perwakilan!” pak Anto mengintruksikan dibantu dengan beberapa siswa yang membawa 2 tongkat estafet.

”Bagaimana? apa kau akan ikutan?” Zein bertanya kepada Adith yang menatap tajam kearahnya.

”Tentu saja!” senyum Adith licik.

”Sepertinya Adith akan ikutan lagi Sya, apa yang akan kau lakukan?” tanya Karin melihat Adith sudah bersiap-siap.

”Kali ini aku ikutan, biar aku yang melawannya kali ini!” tegas Alisya tak sabar bersaing bersama Adith.

”Kau yakin ingin melawan Adith? bukankah lebih baik jika aku yang melakukannya?” Rinto menawarkan diri dengan yakin.

”Tidak, aku ingin kamu menghadapi Zein di garis start. Dia lawan yang cukup kuat. Dan untuk Yogi, kau bisa melawan Elsa. Jangan kau remehkan kemampuan larinya.” Alisya mengarahkan teman-temannya dengan serius.

”Sisanya biar kami yang tangani” ucap Karin memandang Adora dengan wajah tersenyum.

”Sepertinya akan sangat sengit kali ini” Adora memijit-mijit tangannya siap.

”Semua keposisi masing-masing!” pak Anto siap memberikan intruksi lebih lanjut.

Rinto dan yang lainnya sudah mengambil posisi seperti apa yang telah dikatakan Alisya yang ternyata benar seperti apa yang telah diprediksikan oleh Adith sebelumnya.

”Alisya melawan Adith untuk mencapai garis finish??? hahahaha apa dia yakin bisa menang melawan kecepatan pria?” seorang siswa dari penonton tertawa meremehkan.

”Kepercayaan diri yang sembrono! Adith takkan mungkin berbaik hati meski Alisya hanyalah seorang perempuan!” celoteh yang lainnya.

”Dasar pencari perhatian! Dari mana datangnya harga dirinya itu?” tambah seorang yang lain.

”Mereka akan kalah dengan mudah, kemampuan Zein hampir sebanding dengan kemampuan Adith! Mia 2 tak memiliki seseorang yang sesuai dengan kemampuan mereka!” ketus yang lainnya lagi.

Keputusan Alisya seperti itu membuat semua penonton berseru meremehkan membuat Rinto dan yang lainnya hanya tertawa pelan.