Chapter 112 - Akiko (1/2)
Rumah kakek Alisya berada di daerah Aoyama-itchome terletak dekat satu sama lain dengan Gaienma dan Omotesando. Keduanya merupakan lingkungan kelas atas dengan jalan-jalan yang mengesankan seperti Icho Namiki Avenue yang juga dikenal sebagai ”Golden Street” karena terdapat pohon-pohon ginkgo kuning emas di sepanjang jalan tersebut.
Rumah bagi beberapa orang terkaya di Jepang seperti keluarga Honda dan beberapa perusahaan internasional terbesar seperti Oracle Jepang, lingkungan ini berdiri sebagai lambang perkembangan Tokyo. Tempat-tempat tersebut tidak hanya memiliki butik mewah, restoran, dan rumah modern, tapi juga taman hijau yang mengesankan dan memiliki bisnis futuristik.
Sudah sekitar 4 hari Alisya berada dijepang, ia tak pernah keluar rumah karena begitu ingin menikmati rumah tempat kelahiran ibunya. Keberadaan Alisya yang selama ini disembunyikan oleh kakeknya cukup menghebohkan seluruh keluarga besarnya yang berada di Tokyo akibat kemunculannya di jepang untuk pertama kali sejak 17 tahun yang lalu.
”Apa kau tak bosan berada di rumah terus Sya?” tanya neneknya melihat Alisya duduk bersandar di ayunan taman rumahnya.
”Nggak nek, aku kan belum pernah kesini sebelumnya. Jadi aku merasa waktu disini berlalu terlalu cepat. Oh iya nek? mama punya beberapa tempat yang suka ia kunjungi tidak? Saya ingin melihat jejak-jejak dimana ia selalu melihat dan berpijak!” Alisya terpikir untuk mengenali kehidupan dan kesukaa ibunya selama berada dijepang.
”Tentu saja, untuk itu aku sudah menyiapkan itu agar kamu bisa menikmatinya dengan sebaik mungkin!” nenek Alisya memainkan matanya dengan genit.
”Nenek yang terbaik!!!” Alisya mencium neneknya dengan sangat kuat karena gemas.
”Oh iya, kamu sudah kenalan sama akiko kan? gimana kalau dia yang anterin kamu? kamu juga tidak tau jalan kan? biar aman?” neneknya menyarankan teman jalan untuk Alisya sebagai tur gaetnya.
”Akiko yang cucu dari kakek kedua?” Alisya menerka karena ia ingat sebelumnya pernah bertemu dengannya.
”Iya benar! bagaimana kalau kamu jalan sama dia?” tanya neneknya lagi.
”Jalan sendiri sih sebenarnya aku tidak masalah nek...” rengek Alisya kepada neneknya.
”Alisya....” neneknya mendesah melihat Alisya yang ngotot untuk pergi sendiri.
”Ya sudah, kalau Akiko yang ikut aku sih tidak masalah.” Alisya pasrah karena menurutnya Akiko mungkin akan banyak mambantunya dalam mencari arah maupun tempat.
”Kau sudah dengar kan???” nenek Alisya tiba-tiba saja berbahasa jepang pada seseorang.
”Waahhh,, terimakasih! aku pikir kamu tidak akan mau jalan bersamaku!” Akiko muncul dengan logat jepangnya yang manis.
Akiko memiliki perawakan seorang gadis muda yang manis dengan kecantikan seperti seorang yang berada dalam karakter Anime dengan Rambut panjang hitam, kulit putih mulus, dengan mata yang tidak terlalu sipit dan cara berpakaian yang sangat feminim. Berbeda jauh dengan Alisya yang lebih nyaman memakai celana panjang agak longgar yang memiliki banyak kantong dan baju Kaos oblong.
”Sejak kapan dia berada disana?” Alisya kaget dengan kemunculan Akiko yang sekarang sudah berada dihadapannya dan memegang tangannya.