Chapter 193 - 3 Srikandi (1/2)
”Hai, bagaimana dengan yang lain?” tanya Zein saat Karin dan Alisya masuk kedalam kafe bawah tanah.
”Mereka semua langsung menuju ke rumah sakit begitu bel pulang berbunyi” jawab Alisya duduk dihadapan Zein yang sedang mengutak atik laptopnya.
”Apa kau sudah menjelaskan kepada mereka?” Riyan merujuk pada kesepakatan mereka untuk tidak melibatkan teman-temannya yang lain.
”Sudah, awalnya mereka tak terima. Namun setelah aku dan Alisya jelaskan baik-baik, akhirnya mereka bisa memahaminya.” jawab Karin tersenyum kecut dengan sifat keras kepala mereka.
”Dimana Adith?” tanya Alisya yang tak melihat Adith didalam kate tersebut.
”Dia sedang laporan ke kepala sekolah, sebentar lagi dia akan tiba. Seharusnya memang dia sudah berada disini karena terkahir kami menghubunginya, dia berkata sudah menuju kemari.” jawab Zein melihat jam ditangannya.
Baru saja mereka membicarakannya, Adith masuk dengan wajah masamnya. Zein dan Riyan menatap bingung, tidak biasanya Adith bersikap terlalu jelas mengekspresikan emosinya.
”Apa yang terjadi? kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Zein merasa ada yang tidak beres.
Melihat ada Alisya dan Karin disana, Adith dengan cepat merubah ekspresinya tepat sesaat sebelum Alisya melihat kearahnya.
”Kenapa?” tanya Alisya menatap bergantian Zein dan Adith.
”Ada yang harus aku bicarakan dengan kalian!” ucapnya dengan tatapan serius mengambil tempat duduk di samping Alisya.
”Apakah ini ada hubungannya dengan Black Falcon?” tanya Riyan mencoba menebak.
Karin langsung menatap tajam dan mengerutkan keningnya menoleh ke arah Adith dan Alisya. Alisya hanya terdiam menunggu jawaban Adith.
”Melihat ekspresi wajah mu yang serius seperti itu membuat kami berkesimpulan bahwa sepertinya kau mendapatkan informasi yang tak terduga.” ucap Zein setelah melihat Adith masih terdiam tak tahu harus memulai dari mana.
”Aku bertemu dengan Ubay sewaktu sedang melaporkan Ryu kepada kepala sekolah. Dari mulutnya tanpa sengaja dia membocorkan sebuah informasi yang sangat berguna sekaligus berbahaya untuk Alisya. Aku pada awalnya tak ingin memberitahu mu tentang ini, tapi sepertinya organisasi telah mengirim seseorang untuk mencarimu. Tapi aku belum tahu pasti apa tujuannya, namun yang pasti aku merasakan bahaya yang sangat besar!” jelas Adith setelah menghela beberapa saat untuk menekan emosinya.
”Darimana ia mendapatkan informasi itu?” tanya Karin penasaran. Mereka yang bahkan punya sumber informasi yang lebih kuat tak menemukan apapun namun dia dengan mudahnya menemukan informasi sampai sedetail itu.
Adith menggeleng pelan dengan ekspresi kecewa.
”Aku juga tak tahu, aku bahkan hampir menghajarnya dengan sangat keras namun dia tetap tidak bisa memberikan informasi itu kepadaku karena perjanjian mereka!” terang Adith merasa kesal karena tak mendapatkan apapun.
”Aku rasa seseorang yang memberi informasi kepada Ubay adalah orang yang cukup berpengaruh padanya. Dia sengaja memberikan informasi ini untuk memancingku keluar, meski sebenarnya aku tak menyembunyikan diri. Ayahku dan Adith yang berhasil menghapus semua jejak digitalku membuat mereka harus melakukan cara manual seperti ini” jelas Alisya menganalisis informasi yang diberikan oleh Adith.
”Apa yang akan kau lakukan? bisa saja ini adalah sebuah jebakan. kita masih belum tahu pasti dari mana dia mendapatkan informasi itu, ini akan sangat berbahaya bagimu!” Karin mencoba mengingatkan Alisya.
”Jangan khawatir, aku sudah punya rencana untuk menghadapi mereka. 3 srikandi sadis dirumahku sudah melakukan banyak hal padaku semalam.” Alisya berkata sambil meregangkan otot tubuhnya yang kaku dan pegal.
”3 Srikandi?” Adith menatap bingung tak paham akan maksud dari perkataan Alisya.