Chapter 195 - Avamanggala (1/2)

”Apa benar ini tempatnya?” tanya Karin setelah sampai didepan gerbang rumah siswa yang mereka cari.

”Benar, jika merujuk pada maps yang ditunjukkan oleh Zein” ucap Alisya setelah melihat kembali maps yang ditunjukkan oleh Zein.

”Jangan khawatir, aku sudah mengeceknya beberapa kali dan memang benar itulah alamat rumahnya!” jawab Zein dari balik alat komunikasi mereka.

Karin langsung melakukan pemindaian dengan menggunakan kacamatanya untuk melihat apakah ada orang didalam rumah itu atau tidak, melihat keadaan rumah yang sangat sepi dan tak satupun dari pintu jendela rumahnya yang terbuka. Dari hasil pemindaiannya, Karin melihat ada seorang yang sedang berdiri diruang dapur dan seorang lagi terbaring dikasur di lantai 2.

”Bukankah harusnya tempat ini masih ramai akan pelayat? kenapa tempat ini sudah sesunyi ini” tanya Alisya bingung melihat suasana sepi dan suram dirumah mewah tersebut. Sudah beberapa kali Alisya menekan bel rumah itu, namun tak ada jawaban dari dalam

”Aku ragu jika langsung masuk, sepertinya akan lebih baik jika kita bertanya lebih dahulu kepada tetangga!” Ajak Karin saat Alisya sudah menggedor-gedor beberapa kali namun tak mendapat jawaban.

Setelah berkeliling cukup jauh, akhirnya mereka bisa menemukan seorang tetangga tidak jauh dari rumah itu.

”Maaf bu, numpang tanya!” ucap Alisya meminta izin kepada seorang ibu-ibu yang sedang mengambil jemurannya.

”Iya neng ada apa?” jawabnya dengan begitu ramah.

”Ini bu, kami udah beberapa kali nekan bel pintu rumah itu. Tapi tidak mendapat jawaban orangnya kemana yah bu?” tanya Karin dengan suara yang sopan meski ia tau kalau dirumah tersebut memiliki penghuni di dalam rumahnya.

”Oh... rumah itu toh dek?? kalau siang gini emang sunyi, mereka juga belum bisa nerima tamu. Biasanya sih nggak gitu, tapi karena malam ada Avamanggala jadi ramenya pas malem aja. Nanti malam baru adek balik aja lagi kerumah itu, mereka pasti bakalan buka pintu kok kalau malam dek.” jelasnya dengan senyuman yang terlihat ramah.

”Gitu yah bu, kalau boleh tau Avamanggala itu apa yah bu?” tanya Karin tak paham dengan apa yang dikatakan oleh ibu tersebut.

”Aduh, kalau itu saya juga kurang tau neng, soalnya ibu biasanya dengar mereka bilangnya gitu.” jawabnya lagi dengan ekspresi yang bingung.

”Ya sudah bu, terimakasih banyak yah...” Ucap Karin sambil berlalu pergi kembali kemotor mereka berdua.

”Avamanggala??? sepertinya aku pernah mendengarnya disuatu tempat. Zein bisa tolong cek apa kepercayaan mereka? maksud aku agama dari siswa itu!” pinta Alisya setelah merasa tidak asing akan apa yang baru saja didengarnya.