Chapter 202 - Alisya Hentikan!!! (1/2)
”Alisya!!!” panggil Adith lagi dengan keras sambil menarik tubuh Alisya dan menyingkirkan reruntuhan yang menimbunnya.
Ophelia yang melihat Adith sedang berusaha menyadarkan Alisya lagi dengan cepat melayang dan berguling menghindari tembakan nenek Alisya dan berhasil selangkah mendekati mereka berdua.
”Alisya.. Alisya!!! Sadarlah Alisya....” panggil Adith sambil menguncang-guncang tubuh Alisya dan menampar pelan pipi Alisya. Meski melihat perubahan cukup besar pada tubuh Alisya yang terasa sangat panas ditangannya, Adith tetap tidak melepaskan Alisya dan mendekapnya erat.
Ophelia melompat dan melayang langsung mendaratkan tendangan berputar ke tubuh Adith sehingga Adith terlempar cukup kuat menjauh dari tubuh Alisya yang berguling jatuh kelantai.
”Jika yang disana adalah Sahabatnya, maka melihat dari reaksimu kepadanya dan tatapan sendumu itu berarti dia adalah kekasihmu? waahhh.... ini luar biasa! Aku bisa membunuh kekasih sekaligus sahabatnya secara bersamaan!” mendengar Ophelia yang tertawa saat menyebut akan membunuh keduanya membuat Alisya sadar dan bangkit yang kemudian langsung mendaratkan tendangan yang sangat keras melempar Ophelia menjauh dari Adith.
”Alisya kau tidak apa-apa?” Adith berusaha medekati Alisya yang sedang membelakanginya sekarang. Karena kaget Alisya langsung memukul Adith dengan kuat yang membuat Adith jatuh berguling didekat Karin.
”Adith, dia sudah kehilangan kesadarannya. Sulit baginya untuk kembali maka dari itu dia akan menghantam siapapun yang dilihatnya dan Alisya merasakan ancaman yang sangat besar dari Ophelia untuk itulah Alisya terus saja menyerangnya saat ini.” Karin bersuara dengan lirih. Tubuhnya sudah tidak bisa ia gerakkan dengan lebih leluasa karena semua luka yang sudah dideritanya.
”Apa kalian baik-baik saja?” Ayah Alisya masuk dengan cepat menghampiri Adith dan Karin sedang beberapa pasukan khusus lainnya sudah mengelilingi seluruh rumah Bella.
”Om... tolong bawa Karin keluar dari sini dulu, dia butuh pertolongan. Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan saat ini” pinta Adith dengan setengah terbatuk pelan menahan sakit akibat pukulan dari ALisya dan tendangan dari Ophelia.
Tanpa pikir panjang, Ayah Alisya langsung memerintahkan 1 orang anggotanya untuk menyelamatkan Karin terlebih dahulu. Dengan cekatan ia langsung menggendong Karin dan mengangkatnya pergi dari sana.
”Kau juga sebaiknya keluar dari sini, biar kami yang mengatasinya!” ucap Ayah Alisya mengingatkan Adith untuk tidak memaksakan dirinya.
”Tidak Om, Karin bilang ALisya saat ini sudah tidak bisa mengendalikan diri, jika seperti ini maka pasukan Om saja tidak akan cukup untuk mengalahkan dia yang seperti itu saat ini.” Terang Adith menjelaskan situasi yang sudah dikatakan oleh Adith.
”Aku tau, tapi dengan adanya kamu disini, justru akan membuat kondisi Alisya lebih parah lagi” tegas ayah Alisya sambil memegang pundak Adith untuk menenagkannya.
Tepat saat itu Alisya dan Ophelia sudah saling bertempur dengan sangat dahsyat. Ophelia menaikkan pukulan dan tedangan sambil terus tertawa terbahak-bahak menikmati pertarungannya dengan Alisya, sedang ALisya menatap dengan penuh kebencian dan kemarahan yang sangat besar.
Setiap kali dentuman pertempuran mereka terjadi, tekanan energi yang mereka berdua keluarkan dengan seketika membuat udara disekitar mereka melesat menekan semua yang berada disekitar sana kesulitan untuk melihat semua pertempuran mereka.