Chapter 206 - Pertunjukan (1/2)

Saat semua sudah bersiap di atas panggung yang dibuat oleh Zein, Riyan dan Rinto dengan ukuran yang tidak terlau besar, beberapa pasien sudah mulai berkumpul setelah mendapatkan informasi langsung dari kepala Rumah Sakit yaitu Karan sendiri.

Tampak disana Beni mulai memainkan drum untuk mengetes bunyi dan kesiapannya, Riyan yang memetik metik gitar untuk menyesuaikan dengan kuncinya dan disebelahnya ada Zein yang sedang menekan tuts demi tuts piano itu.

Melihat mereka berempat sudah berada di atas panggung sudah membuat seisi rumah sakit terpana karena ketampanan mereka.

”Kapan mulainya? Kita udah nggak sabar nih...” Ucap seorang pasien anak dengan suaranya yang nyaring.

”Bentar yah dek.. kalau semuanya tidak di setel... Nanti suara dari musiknya sumbang dan yang lainnya malah jadi malas ngedengerinnya.” Gina duduk disamping si pasien untuk mencoba menjelaskan dengan lembut.

”Kakak main biola? Emang kakak bisa?” Tanyanya dengan nada meremehkan. Gina hanya mampu menggertakkan giginya mendengar ucapan anak itu dan tak bisa menjawab.

”Sabar, sudah begitu anak-anak!” Ucap Gani mencoba untuk menenangkan Gina.

”Woow... Kakak ini kan gitar listrik, iya kan?” Tanya anak lain dengan penuh antusias.

”Iya benar, kamu juga tau tentang gitar ternyata!” Puji Gani dengan penuh semangat.

”Hebat, kakak bisa memainkan ini itu artinya kakak hebat sekali... Aku pengen bisa main musik seperti kakak!” Ucapnya lagi dengan memandang gitar di tangan Gani dengan tatapan membara.

”Tentu saja kamu bisa jadi pemain gitar handal nanti, tapi untuk sekarang kamu harus rajin minum obat biar kamu bisa sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit ini terus belajar bermain gitar dan menjadi gitaris terkenal sedunia!” Suara Gani yang lemah lembut setengah terduduk saat berbicara dengan anak-anak itu sangat membuat mereka menjadi semangat.

”Aku,, aku juga,, aku akan melakukan hal yang sama dan muali hari ini aku akan semakin rajin minum obat!” Jawab yang lain tak kalah antusias.

”Aku juga, aku takkan kalah dari dia!” Ucap yang lainnya.

Semua anak-anak yang mendengar kalimat Gani seketika menjadi sangat bersemangat dan berjanji untuk menjadi anak yang baik dengan menuruti para suster saat memberi mereka obat.

”Kau hebat juga bisa membakar semangat mereka!” Emi tersenyum dengan tingkah Gani yang sangat menyentuh dengan kata-katanya kepada para anak-anak pasien yang sedanang duduk untuk menyaksikan mereka.

Agar tak meresa jenuh dan menunggu lama, Gani mulai mengajari mereka satu persatu lagu anak-anal yang membuat para orang tua yang melihat tingkah mereka tak berhenti tertawa dan tersenyum bahagia.

”Sepertinya dia ada bakat jadi guru PAUD!” ketus Gina yang dengan gampangnya tertolak oleh para anak-anak itu sedangkan Gani malah disenangi dengan mudahnya.

”Yang lainnya sudah siap?” tanya Aurelia saat melihat beberapa dari mereka belum ada yang datang.

Mereka akan menampilkan sebuah paduan suara mengenai lagi... Lagu yang sengaja mereka persipakan untuk membuat semua pasien yang ada dirumah sakit ini dari yang tua hingga yang muda merasa lebih terhibur dan bersemangat.