Chapter 212 - Sepertinya Dia Benar Alisya (1/2)
Pagi hari di sekolah.
Jam pelajaran pertama baru saja selesai tapi Alisya tak pernah bisa fokus setiap kali mengingat kejadian kemarin. Dia yang seharusnya belum diizinkan untuk ke sekolah sudah memaksakan diri untuk bisa segera ke sekolah karena tidak tahan berada di rumah sakit.
”Aaaahhhhhh.... dasar Si Jenius sialan!!! bodoh, kampret, IQ mu boleh tinggi tp EQ mu rendah Ad..” Alisya kaget saat dia sadar kalau tidak berteriak dalam batinnya namun dia mengatakannya dengan sangat keras sampai-sampai semua orang menatap dengan penuh ketakutan padanya. Bahkan Rinto dan Ryu sampai menempel di dinding saking kerasnya Alisya berteriak.
”Ohookkkm ohookkk ohookkkk!!!!” Adith terbatuk-batuk dengan sangat keras.
”Kalau minum pelan-pelan. Kenapa kau tiba-tiba batuk, kau sakit???” tanya Zein yang tau betul kalau Adith bukanlah tipe orang yang gampang merasa sakit.
”Sepertinya ada seseorang yang sedang memakiku dengan keras!!!” ucap Adith dengan suara seraknya.
”Kau baik-baik saja kan?” tanya Riyan menatap dengan khawatir. Adith hanya mengangguk pelan sambil memegang lehernya yang terasa gatal.
”Apa yang sedang kau lakukan? kau membuatku kaget dengan berteriak tiba-tiba seperti itu.” Karin menatap Alisya tajam dengan memegang dadanya karena terkejut.
”Apa aku berteriak dengan sangat kencang?” tanya Alisya tersenyum simpul.
”Apa?? kau bahkan hampir meledakkan telingaku karena teriakanmu itu. Kau kenapa sih? masih pagi sudah ke sambet setan!” terang Karin jengkel dengan tingkah Alisya yang meledak-ledak.
”Apa memang dari dulu Alisya suka seperti ini?” Aurelia datang menghampiri sambil tertawa pelan.
”Entahlah.. aku tak tahu siapa dia! Sepertinya dia bukan temanku, aku tak punya Alisya yang sepertinya!” Karin mengatakannya dengan nada mengejek yang membuat Alisya menjadi jengkel lalu dengan cepat dia mengambil kepala Karin dan menjepitnya dengan keras.
”Tap.. tap... ” Karin menepuk-nepuk punggung tangan Karin sebagai tanda untuk menyerah. Muka Karin memerah karena menahan nafas saat lehernya dicekik oleh Alisya.
”Sepertinya dia benar Alisya!!” ucap Adora yang membuat semua orang tertawa karena tingkah konyol Karin yang tak pernah menyerah untuk mengganggu Alisya meski ia terus mendapatkan siksaan dari Alisya. Baginya seolah hiburan tersendiri untuk selalu menggoda Alisya yang kaku.
”Waahhh... masih pagi kalian sudah se semangat ini yah?” ibu Vivian masuk kedalam kelas disaat mereka masih tertawa ramai.
”Apa kabar Alisya, sepertinya kamu sudah sembuh yah? cepat sekali.” ucap ibu Vivian melihat Alisya yang sedang bertempur pandang dengan Alisya.