Chapter 218 - Tuan Randi dan Kasih (1/2)

Saat Adith dan Alisya sedang fokus menatap kemegahan pesta dari tuan Lion dan Nana, seseorang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka berdua dengan pasangannya. Cukup aneh memang jika kursi yang seharusnya di duduki oleh 6 orang itu masih belum terisi sedang acara akad nikah sudah akan dimulai.

”Boleh kami duduk bersama dengan kalian?” tanyanya dibelakang Adith dengan nada suara yang rendah.

Adith dan Alisya seketika menoleh dan terkejut saat menemukan tuan Randi yang merupakan seorang pengusaha sukses.

”Oh, tuan Randi.. silahkan, senang bisa bertemu dengan seorang pengusaha sukes disini.” ucap Adith langsung berdiri dengan sopan karena ia tahu bahwa dirinya masih lebih muda dari tuan Randi.

”Aduh, anda terlalu rendah diri. Bahkan saya tidak tau bagaimana harus berkomunikasi dengan ada yang merupakan seorang CEO dalam perusahaan Narendra meski terbilang umur anda masih sangat belia jika dibandingkan dalam dunia bisnis ini. Kecerdasan anda dalam mengelola perusahaan benar-benar sangat menjadi contoh pagi pemuda zaman sekarang untuk bisa berkarya dan berusaha.” puji tuan Randi yang paham betul seperti apa kinerja Adith dalam dunia bisnis ini.

Dia bisa tetap menaikkan kinerja perusahaan hingga ke level ia bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang terdapat di Indonesia meski dibilang usianya masih cukup muda.

”Anda terlalu memuji, anda bisa bersikap lebih santai bersama saya. Silahkan duduk, anda bisa membuat ibu guru yang terhormat menjadi keram jika kita berbincang terlalu lama.” Kasih tersenyum mendengar kalimat Adith yang terlihat seperti seorang yang dewasa.

”Rasanya cukup aneh aku berhadapan dengan seorang CEO yang juga masih seorang anak SMA.” Kasih duduk setelah suaminya membukakan kursi kepadanya.

”Siapakah yang berada di sampingmu itu?” tuan Randi mempersilahkan Adith duduk setelah ia juga duduk dengan nyaman.

Alisya tersenyum dengan manis dan menunduk hormat kepada Randi dengan Anggun.

”Dia Alisya, orang yang memiliki kekuasaan tertinggi di hatiku.” ucapnya memandang hangat kepada Alisya. Dia menggenggam erat tangan Alisya dibalik meja.

Alisya membelalakkan matanya mendengar Adith berkata seperti itu dengan santainya.

”Wah.. wah.. jika benar seperti itu, sebaiknya segera dihalalkan setelah kalian berdua lulus.” pancing Randi sambil memandang istrinya yang tersenyum melihat reaksi Alisya yang kaget.

”Kau membuat gadis itu jadi salah tingkah, berhentilah menggoda mereka. Aku yakin mereka sudah punya rencana sendiri untuk itu.” Kasih mencoba mencairkan suasana. Ia paham bahwa tentu saja sebagai seorang perempuan yang masih muda, akan sangat tertekan baginya jika berada disekitar orang dewasa dengan pembahasan yang cukup berat seperti itu.

Lirikan mata dari Kasih membuat Alisya tersenyum memahami perhatian dari Kasih kepadanya sehingga ia menunduk hormat kepadanya. Terlebih ketika Alisya mengetahui bahwa Kasih ada seorang ibu guru.

Merekapun berbincang-bincang dengan menyesuaikan pembahasan masa mereka yang masih muda yang terkadang juga Adith bisa dengan dewasanya memahami pembahasan Randi dan Kasih. Melihat cara mereka berinteraksi, Randi dan Kasih menjadi paham bagaimana lugasnya sikap mereka dan cerdasnya pikiran mereka dalam membawa diri.

Kemunculan ustadz Somad menandakan bahwa prosesi ijab kabul dari tuan Lion yang akan mempersunting Nana sebentar lagi akan segera dimulai.

Saat dari jauh mereka menyaksikan tuan Lion segera mendatangi ustadz Somad, seseorang juga datang menghampiri mereka bersama dengan pasangannya.