Chapter 227 - Yogi Melawan Jiza (1/2)
Peserta berikutnya adalah Yogi setelah Beni yang juga mengalami luka-luka yang cukup berat karena mendapat dua kali tendangan dan jatuh terguling di lantai atas tepat sebelum mereka membuka pintu menuju ke atap Lantai 5.
Melihat lawan Beni yang memiliki proporsi yang lebih tegap, Riko mampu mendaratkan beberapa pukulan fatal pada Beni meskipun Beni juga berhasil melayangkan beberapa serangan padanya. Keduanya seimbang namun Beni harus terjatuh karena ia mengalami keram kaki saat sudah hampir mencapai finish.
”Sepertinya sudah saatnya untuk sedikit membuat mereka melambung.” senyum Yogi yang membuat Adith merasakan bahaya yang keluar dari aura tubuh Yogi.
Belum pernah Adith mencium aura berbahaya dari orang lain selain Alisya namun yang dikeluarkan oleh Yogi tidak lain masih berupa warna abu-abu tua yang hanya masuk pada taraf berburu tingkat A saja.
”Kau harus hati-hati” Adith sebenarnya bermaksud untuk menyinggung lawan Yogi, namun Ubay dan teman-temannya mengira kalau Adith sedang memperingati Yogi sehingga dalam pandangan mereka kalau Yogi lebih lemah dari pada Jiza lawan Yogi.
”Siapa dia? tubuhnya lebih besar dari pada Yogi dengan semua otot-otot nya itu, dia bisa membuat Yogi kalah dengan sangat mudah. Apakah Yogi akan baik-baik saja?” Akiko sangat khawatir setelah melihat Yogi yang terlihat memiliki kekuatan yang cukup besar.
”Jangan khawatir, itu semua hanyalah gumpalan daging yang ada gunanya dihadapan Yogi. Meski terlihat berotot, kekuatannya takkan sebanding dengan kelicikan Yogi nantinya.” seru Aurelia dengan tersenyum sinis.
”Oyy,, Wanita... kau bermaksud menunjukkan pada siapa kata-katamu barusan hah???” Jiza menoleh ke arah Aurelia dengan murka karena tidak suka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Aurelia.
”Oh... Maaf, aku tadinya sudah mencoba untuk berbicara dengan sepelan mungkin. Tak ku sangka akan terdengar dengan sangat keras.” ucap Aurelia tenang dan tak merasa terintimidasi oleh tubuh besar Jiza.
”Kau.....” Jiza yang marah langsung mendatangi Aurelia namun dihentikan oleh Ubay.
”Sudah hentikan, kau tak perlu meladeni perempuan. Kau takkan pernah menang melawan lenturnya lidah perempuan. Bagaimana jika kau patahkan saja kaki dari lawan mu itu?” nyengir Ubay ke arah Jiza yang membuat Jiza seketika terbakar penuh semangat.
”Buhahahahha,,, sebaiknya kau perhatikan langkahmu cungkring.” ancamnya kepada Yogi. Yogi hanya terdiam dan tak terpancing oleh perkataan mereka dan dengan tenang bersiap di garis start.
”Jangan terlalu keras kepada mereka Say,,,” seru Aurelia dengan penuh semangat yang membuat mereka semakin emosi karena dukungan Aurelia.
Jiza tampak panas dan penuh dengan kemarahan sehingga dengan satu hentakan aba-aba dimulai, Jiza langsung menghambur kedepan melesat mendahului Yogi. Yogi tak ingin kalah dari Jiza sehingga dengan satu helaan nafas dia berusaha untuk mendekati Jiza dan tak tertinggal selangkah pun dari dia.
Begitu menyadari posisinya dengan Yogi tidak terlalu jauh, Jiza langsung menendang dada Yogi sehingga ia jatuh membentur dinding dengan sangat keras. Jiza tertawa dan kembali naik kelantai berikutnya.
”Yogi,,, apa yang sedang terjadi dia bisa mati karena tendangan itu.” teriak Adora kaget melihat keadaan itu.