Chapter 241 - Tukang Pamer (1/2)
Alisya yang sudah memutuskan untuk mencari sendiri jawaban mengenai rasa traumanya yang seolah terus berhubungan dengan Adith memilih menyembunyikan apa yang sudah dialaminya kemarin sehinga ia memilih untuk menikmati waktu-waktu kebersamaan mereka seperti saat ini.
Namun karena masih memikirkan kejadian tadi siang, Alisya memilih untuk mencari udara segar demi mengembalikan moodnya agar lebih baik. Tak jauh dari tempatnya berjalan, Alisya mendengar bunyi cekitan kaki seseorang yang sedang berada di lapangan basket. Ketika Alisya mendekat, ternyata ia melihat Arka yang sedang bermain basket dengan penuh semangat.
Tidak ingin mengganggu, Alisya yang berbalik arah ingin meninggalkan tempat itu dengan cepat merasakan ada sebuah bayangan yang segera mengarah kepada dirinya dengan cepat. Ia menghindar dan menangkap bola basket tersebut.
”Mau kemana kamu? kenapa tidak sekalian kita ikut bermain juga?” tanya Adith kepada Alisya yang berdiam diri memegang bola basket tersebut.
Alisya menimang nimang bola basket tersebut dari kiri ke kanan dan mengingat kejadian lalu dimana mereka pernah melakukan taruhan dalam pertandingan bola basket dan Adith kalah terhadap Alisya.
”Apakah ini sebuah tantangan?” tanya Alisya dengan tersenyum sembari berjalan dan mendribble bola dengan pelan. Ia segera memasuki lapangan bersama dengan Adith.
Lapangan basket tersebut benar-benar lapangan basket yang biasanya dipakai untuk para pemain training dalam melakukan latihan sebelum akhirnya mereka melakukan pertandingan yang sebenarnya.
”Wow... aku tidak menyangka kalau kalian berdua akan datang kesini.” ucap Yumna yang ternyata sudah berada disana sambil menonton Arka yang sedang bermain basket. Yumna nampak memakai jacket cowok yang terlihat kebesaran ditubuh mungil Yumna.
”Apa yang kalian berdua lakukan? kenapa kau hanya duduk disini sambil melihat Arka bermain? Kau tidak ingin ikut bermain?” tanya Alisya yang kaget melihat Yumna hanya duduk dengan manis dan tersenyum malu.
Alisya tak menyangka kalau Yumna sedang berada disana karena sebelumnya ia tak melihat dirinya yang duduk tidak terlalu jauh dari bibir lapangan.
”Aku sudah mengajaknya, tapi dia lebih memilih untuk duduk disana. Melihatmu mendribble bola seperti itu, sepertinya kau cukup ahli dalam bermain basket yah!” ucap Arka yang bisa melihat bagaimana dribble bola yang dilakukan oleh Alisya tampak sangat stabil dan mantap.
”Kau akan lihat sendiri, dia justru lebih jago dalam bermain bola basket dibanding dengan diriku. Bahkan aku ingin membalas kekalahanku yang sebelumnya.” ucap Adith merebut bola dari tangan Alisya bermaksud untuk menantangnya.
Melihat insteraksi hangat antara Alisya dan Adith membuat Yumna tersenyum senang.
Mereka yang sedang asyik berbicara satu sama lainnya tiba-tiba saja didatangi oleh beberapa orang yang juga mengarah ke lapangan tersebut. Mereka lalu memandang Adit dan Arka serta Alisya dengan tatapan angkuh dan sinis.
”Jika kalian hanya berbicara saja, sebaiknya tinggalkan lapangan ini sekarang juga. Kami ingin memakai lapangan ini untuk bermain.” ucap salah seorang dari mereka dengan tatapan sinis.
Adith yang tak suka dengan cara berbicara pria itu dengan segera ingin memberikan tanggapan. Namun langsung disela oleh Alisya yang berbicara dengan dingin.
”Benarkah??? tapi maaf, kami sudah memakai lapangan ini terlebih dahulu.” ucap Alisya dengan tatapannya yang tak kalah angkuh dan senyumannya yang terlihat meremehkan.
”Apa dia memang memiliki ke pribadian seperti itu?” bisik Arka yang kaget melihat perubahan ekspresi dan sikap dari Alisya. Meski ia sudah pernah melihatnya sebelumnya sewaktu di resto tersebut, namun Arka cukup kaget saat melihat cara Adith menangani mereka dengan sangat baik dan tidak terlihat bergetar karena takut.