Chapter 249 - Ingat Tujuan Kita (1/2)

”Priiiit priiiittt prrriiiit....” bunyi pluit tanda pertandingan pertama segera dimulai. Adith masih belum bisa memfokuskan dirinya karena tidak bisa melihat Alisya dimanapun di tempat kursi penonton. Hanya ada Karin dan yang lainnya disana bersama dengan ibu Vivian.

”Akiko, Alisya dimana? kenapa dari tadi aku belum melihatnya?” teriak Adith kepada Akiko yang berada di kursi dekat pelatih mereka.

”Alisya tadi pergi ke Rumah sakit untuk menemui Arka, seharusnya dia akan kembali dalam beberapa saat lagi.” jawab Akiko setengah berteriak mendekatkan diri ke pinggir lapangan.

”Adith, kau harus memfokuskan dulu pikiranmu pada pertandingan ini. Aku yakin Alisya akan kembali secepatnya. Jangan buat dia kecewa dengan sikapmu yang seperti itu.” ucap Zein mencoba mengingatkan Adith yang masih terus melihat ke arah luar lapangan saat mereka sudah siap bermain.

”Ingat tujuan kita untuk tetap melanjutkan permainan ini.” tegas Riyan menepuk pundak Adith dengan keras untuk menyadarkannya.

”Sepertinya kalian akan berakhir sama dengan teman-temanmu yang sebelumnya.” ucap seorang lawan yang sebelumnya belum pernah mereka temui.

”hahahahahah.. kita akan mengalahkan mereka dengan telak seperti sekolah SMA Satu Nusa. Apakah kita perlu membantai mereka dengan skor 50 : 5?” ucap Bima dengan tatapan merendahkan.

”Apa maksudmu???” Riyan yang marah langsung menghampiri Bima dan ingin memberi mereka pelajaran. Riyan seketika panas mengingat Arka yang mengalami cedera yang parah karena pertandingan melawan mereka.

”Ryan, hentikan.. kau akan mendapatkan sanksi jika melakukan serangan terlebih dahulu.” Adith menghentikan Riyan untuk tidak melakukan hal yang ceroboh sebelum pertandingan.

”Apakah mereka tim inti? aku hanya mengenali si kapten itu yang sudah pernah kita temui pada malam itu. Dia terlihat cukup tenang dan santai.” tambah Zein memperhatikan orang yang mereka ketahui di panggil dengan sebutan Ar sebelumnya.

”Sepertinya begitu, tetapi mereka hanya menampilkan sebagian dari timnya sebab Bima yang seharusnya nya seorang cadangan sudah dimainkan pada babak pertama. Aku rasa mereka ingin melihat kemampuan kita terlebih dahulu sebelum akhirnya melaksanakan rencana mereka.” ucap Adith menganalisa situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.

Begitu mendapat tanda dari wasit mereka segera langsung melakukan pertandingan pertama. Bola berhasil direbut oleh tim dari sekolah SMA Tunggal Ika. Zein yang mencoba merebut bola tampak terlempar dengan sangat jauh dan itu tidak terlihat seperti mereka telah melakukan pelanggaran.

”hahahahaha... apa itu hanya dengan sedikit senggolan sudah membuatmu terlempar seperti itu, Bukankah kau terlihat lebih lemah hanya karena sedikit dorongan?” ucap salah seorang dari mereka yang belum diketahui namanya.

”Raffa,,, berhentilah bermain-main dan lakukan tugasmu dengan serius.” ucap Arya dengan tatapan tajamnya yang seketika membuat Raffa tersenyum sini.

Raffa dengan cepat mendribble bola menuju ke gawang milik Adith setelah menerobos pertahanan dari Riyan dan Ryu dengan mudah. Tepat berhadapan dengan gawang, Rinto mencoba memblokir Raffa namun hal yang sama pada Ryu terjadi padanya. Rinto terlempar dengan sangat keras ke arah tiang Ring.

”Apa yang baru saja terjadi? kenapa kamu bisa terlempar seperti itu? bahkan Ryu juga mengalami hal yang sama!” tanya Riyan yang bingung dengan apa yang sedang terjadi kepada mereka.

”Aku juga tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja tubuhku terlempar dengan sangat keras.” ucap Rinto memegang pinggangnya yang terasa sakit karena terhantam dengan keras pada lantai.