Chapter 274 - Tunangan dan Calon Istri (1/2)

Setelah selesai mandi, Alisya turun dari lantai dua dengan celana jeans longgar dan kaos oblong warna putih serta topi hitam yang sangat pas ditubuhnya. Kakinya yang jenjang dengan body yang cukup padat membuatnya terlihat simple namun seksi.

”Kau mau kemana?” tanya Adith cepat yang sedang berbincang-bincang dengan Zein dan yang lainnya di ruang tamu milik penginapan tersebut.

”Aku mau ke depan untuk membeli beberapa bahan yang akan kita gunakan untuk barbeque entar sore.” ucap Alisya santai dan segera melangkah dengan pasti karena melihat mereka sedang berbicara dengan serius.

”Stop! Aku ikut,” Adith bangkit dari tempat duduknya meninggalkan mereka disana.

”Tidak, kau bisa lanjutkan diskusi kalian. Setidaknya tempat ini juga tidak terlalu jauh.” Alisya yang tidak ingin menjadi korban kejahilan versi romantis Adith ketika mereka harus berada di tempat umum langsung menolak Adith dengan cepat.

”Sayang, aku takkan membiarkan tunangan juga calon istriku berjalan dengan santainya. Terlebih dengan tampilan seperti itu!” pandang Adith dari atas hingga ke bawah pada tubuh Alisya.

”Hahhh? memangnya apa yang salah dengan pakaian ku? Aku rasa aku tak memakai sesuatu yang aneh ataupun terbuka” ucap Alisya bingung dengan apa yang dimaksud oleh Adith.

Alisya merasa apa yang sedang dikenakannya saat itu masih tergolong sopan dan tidak begitu memperlihatkan lekuk tubuhnya.

”Tak ada, tapi kau terlalu menarik perhatian jika keluar seperti itu. Dan aku tak ingin semua orang dapat melihatmu dengan mudahnya!” Adith segera membuka kemejanya yang di pasang ke tubuh Alisya dengan lembut dan ia menarik keluar baju kaos oblong yang sebelumnya ia lipat kedalam.

Tampilan Alisya bukan terlihat menggoda atau terlalu ketat, namun Adith hanya ingin menjadi satu-satunya yang bisa menikmati keindahan dari setiap keindahan yang dimiliki oleh.

Alisya pada akhirnya pasrah dan terpaksa membiarkan Adith karena apa yang dikatakan Adith kepada dirinya tidak sepenuhnya salah karena memang tidak baik baginya jika ingin pergi sendiri. Ia yang sebelumnya ingin mengajak Akiko namun begitu melihat wajah lelah Akiko, ia pun memutuskan untuk pergi sendiri.

”Kau dengar apa yang baru saja dikatakan oleh Adith?” Riyan segera memajukan tubuhnya memulai mode gosip nya akan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Adith setelah keduanya menghilang dari sana.

”Aku dengan jelas mendengar ia menyebut Alisya sebagai Tunangan atau Calon Istri, apa aku salah mendengar?” ucap Zein mengorek kedua kupingnya dengan keras.

”Sepertinya aku mendengar suatu ucapan yang cukup keramat untuk seorang anak SMA” tambah Gani dengan memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan karena bingung.

”Aku juga mendengar hal yang sama dengan kalian.” ucap Rinto yang terdiam membelalakkan matanya tak percaya akan apa yang dia dengarkan.

Rinto yang selama ini memang memiliki rasa pada Alisya meski ia tidak sadar akan hal itu, begitu mendengar ucapan Adith ada rasa pahit yang menghampiri hatinya.

”Apa mereka benar-benar akan sudah bertunangan? Calon Istri? mereka mau nikah kapan? selesai pelulusan sekolah?” Beni segera bertanya tanpa henti bahkan menatap dalam kepada Yogi.

Yogi yang tidak tahu apa-apa juga merasakan sesuatu yang heboh sedang terjadi tanpa sepengetahuan mereka.

”Aku bahkan belum mendengar apapun dari ayahku!” ucap Yogi dengan tatapan terkejut sekaligus bingung. Ia masih terus berusaha menyerap semua yang baru saja didengarnya.