Chapter 284 - 5 Suntikan Sekaligus (1/2)
Setelah memarkirkan mobilnya cukup aman, Riyan dengan cepat kembali menghampiri Gery.
”ohokkkk” Gery sekali lagi memuntahkan darah segar dari mulutnya dengan nafas yang tersengal-sengal.
”Alisya, selamatkan Ubay! Aku juga melihat Adith dan Ryu disana, mereka bisa dalam bahaya jika bertemu dengan wanita itu. Dia, dia adalah iblis!” suara serak dan berat Gery memohon dengan penuh kepada Alisya.
Karin bingung tak mengerti kenapa Gery meminta tolong kepada Alisya yang seorang perempuan dan juga mereka tak mengetahui identitas asli dari Alisya tapi Gery dengan jelas menyebut nama Alisya sewaktu meminta tolong.
”Apa maksudmu? kenapa kau menyuruh Alisya untuk menolong Ubay? lagi pula apa yang terjadi pada Ubay dan dirimu? kenapa kau bisa sampai seperti ini?” Mizan menyerang Gery yang setengah sadar dengan semua pernyataan bertubi-tubi.
”Pelan-pelan, kau bisa menjelaskan kepadaku secara perlahan. Tapi sebelum itu apa kau mengenal siapa wanita itu? siapa namanya?” Alisya mencoba untuk membuat Gery tidak memaksakan dirinya.
Gery menggeleng pelan karena tidak mengetahui orang tersebut.
”Aku tak tahu dia siapa tapi dia menyebut dirinya sebagai generasi ketiga Rafaela!” tepat setelah mendengar apa yang disebutkan oleh Gery, Alisya bangkit dari tempat duduknya menatap dengan kelam.
”Ada apa Alisya? apa kau mengenalinya?” tanya Karin merasa curiga dengan reaksi Alisya yang tiba-tiba mengeluarkan auranya saat terkejut karena apa yang baru saja dikatakan oleh Gery.
”Kau membawa suntikan mu?” tanya Alisya yang ia maksudkan adalah suntikan khusus dari ayah Karin yang ia berikan kepada Alisya saat ia mengalami trauma mental dan emosinya menjadi tak stabil.
”Ya aku membawa 5 suntikan!” Karin langsung memperlihatkan suntikan tersebut yang dengan cepat diraih oleh Alisya dan membuka tutup kelima suntikan itu yang dengan satu bantingan semua suntikan itu ia tusukkan ke pahanya tanpa ragu-ragu.
”Apa kau sudah gila??? kau bisa over dosis jika menggunakan sebanyak itu!” bentak Karin mencoba menarik semua suntikan yang sudah terlihat kosong.
”Adith... Ryu... Ryu... pak Irhan,, pak Irhan???” Zein sudah mencoba menghubungi ketiganya yang masuk kedalam bar namun nihil, ketiganya sulit untuk di hubungi.
”Sepertinya mereka menanamkan medan magnet yang dapat mengacaukan alat komunikasi kita.” terang Riyan melihat frekuensi alat komunikasi mereka yang terlihat kacau.
”Kau bisa menghadapinya kan?” tatap Alisya serius. Meski masih kesal dengan sikap berani Alisya yang menyuntik dirinya dengan 5 suntikan sekaligus, Karin tetap mengangguk pelan kepada Alisya.
”Aku akan memberikan dia pertolongan pertama. Tapi sepertinya dia harus segera di bawa ke rumah sakit.” jelas Karin melihat kondisi Gery yang cukup parah.
Alisya yang turun dari mobil membuat Mizan dan Erik kebingungan.
”Kau mau kemana?” tanya Mizan cepat menghentikan Alisya.
”Jangan khawatir, dia tau apa yang harus dia lakukan.” Zein langsung menahan Mizan yang mencoba menghentikan Alisya.
”Riyan kalian harus bergerak sekarang. Disini terlalu berbahaya bagi kalian, untuk itu kalian lebih baik pergi ke rumah sakit untuk mengantarkan Gery dan kalian bisa memantau dari sana.” pinta Alisya yang sengaja membuat mereka menjauh dari lokasi tersebut. Selain karena mereka bisa saja ditemukan, Gery juga harus secepatnya mendapatkan perawatan.
”Berbahaya? kau juga akan berbahaya jika...” Riyan langsung menepuk pundak Erik cepat kemudian pergi ke kursi kemudi siap untuk membawa Gery menuju rumah sakit.