Chapter 335 - Selesai Ujian (1/2)
”Dua minggu yang lalu adalah ujian sekolah, dan sekarang Ujian Nasional sudah kami selesaikan juga. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat sejak kejadian menegangkan yang terakhir kali.” Aurelia bergumam sendiri menatap langit sembari menunggu teman-temannya keluar dari ruang ujian yang sama dengannya.
”Puhaaa…” Beni menarik nafas dalam seolah ia habis menahan nafas selama ujian di dalam kelas.
”Uahhhh, rasanya lega sekali…!” Gani melemaskan tubuhnya tepat setelah ia keluar dari ruangan ujiannya.
”Rasanya aku sudah ingin muntah terlalu lama menatap layar Komputer tersebut.” Feby keluar dengan wajah yang sudah terlihat pucat pasih.
”Aku juga merasakan hal yang sama. Bahkan tulisan itu terlihat mulai bergerak liar dimataku.” Emi memijat matanya pelan untuk mengembalikan auto focus matanya yang ia rasa kacau.
”Bagaimana dengan yang lainnya ya? Apa mereka sudah keluar dari ruangan ujian juga?” tanya Gina melihat semua siswa sudah mulai berhamburan di luar ruangan ujian.
”Ayo kita lihat Alisya dan yang lainnya.” Ajak Adora yang mendapat ruangan yang berbeda dengan Alisya dan yang lainnya.
Mereka sibuk melihat ke kiri dan ke kanan di dalam ruang ujian ke dua dan begitu pula di ruang ujian ke tiga dan ke empat hingga ke lima, Adora tak menemukan Alisya dan yang lainnya berada disana.
”Kalian mencari Alisya? Aku lihat dia sudah berada di kantin bersama 3 elite sekolah.” Seru salah seorang siswa yang melihat gelagat dari Adora dan teman-temannya yang sedang mencari Alisya.
”Di kantin? Wah.. hebat sekali mereka sudah secepat kilat berada disana tanpa menunggu kita.” Aurelia berjalan dengan penuh amarah karena bukan hanya Alisya yang ikut meninggalkannya, tapi juga kekasihnya Yogi tak berada disana.
”Entah kenapa aku juga kesal karenanya.” Seru Gina yang langsung mengejar Aurelia dengan cepat.
Adora dan yang lainnya hanya tertawa pelan melihat Aurelia yang selalu saja memiliki sifat yang gampang meledak-ledak dalam situasi apapun. Aurelia yang semula ingin marah tiba-tiba tertegun kaget saat menuju ke kantin tak satupun orang berada disana.
”Aurelia, lihat disana!” tunjuk Gani pada keributan yang berada pada bagian taman kompleks tak jauh dari tempat mereka.
”Apa yang mereka lakukan disana?” Adora bingung saat melihat semua siswa tengah berkumpul disana sembari memegang piring yang berisi makanan.
Karena penasaran, mereka dengan cepat berlari menuju ketempat itu dan melihat Alisya serta yang lainnya tengah membawa beberapa menu makanan ke atas meja panjang yang dimana banyak guru-guru sudah duduk disana dengan nyaman termasuk pak Richard kepala sekolah mereka.
Para guru kelas elite dan kelas biasa duduk di satu meja yang sama tanpa memikirkan status elite dan biasa lagi karena hari itu adalah hari terakhir para siswa ujian sehingga sekolah sengaja mengadakan acara makan bersama dengan seluruh guru yang hadir dan para peserta ujian.
Ibu Vivian dan ibu Arni terlihat duduk berdampingan sembari mengobrol dengan riuh dan juga terus bertegur sapa dengan para siswa lainnya.
”Hei, apa yang kalian lakukan disitu? Jangan bengong saja!” panggil Rinto cepat kepada Aurelia dan yang lainnya yang hanya menatap kebingungan.
”Aku masih mencoba memproses apa yang sedang terjadi disini.” Ucap Feby yang merasa otaknya masih belum bisa memahami apa yang sedang dilihatnya.
Beberapa siswa lain yang datang dengan cepat menyesuaikan diri bahkan terlihat sangat bahagia dan langsung bercanda tawa dengan yang lainnya.
”Kalau kalian disitu terus, kalian akan kehabisan makanan!” pancing Karin dengan memperlihatkan sepiring penuh kepiting rebus dan sebelah tangannya juga membawa sepiring penuh udang saos tiram yang terlihat sangat menggiurkan.
”Kalian tidak lapar?” tanya Beni dengan mulut yang sudah menggigit cumi-cumi yang memenuhi mulutnya.
”Kau akan kelaparan jika hanya terdiam disitu.” Yogi langsung menarik tangan Aurelia dan membukakan kursi untuknya. Dihadapannya sudah terhidang banyak makanan mewah yang langsung spontan membuat perut Aurelia berbunyi dengan keras.
Mereka semua larut dalam suasana yang belum pernah terjadi selama ini dimana siswa elite dan siswa biasa berada pada satu tempat yang sama dan meja yang sama. Kehidupan sekolah mereka yang sudah akan berakhir membuat mereka membuang status elite dan lainnya untuk saat itu.
”Baiklah, kalau begitu silahkan lanjutkan makan kalian karena kami harus pergi sekarang!” seru Alisya meneguk minuman dinginnya setelah selesai berbicara.