Chapter 339 - 2 Minggu Kemudian (1/2)

Adith menatap kedua orang tuanya beberapa saat lalu ia tersenyum dan tertawa pelan. Masih tak pernah terlintas di bayangannya kalau mereka akan melakukan hal tersebut.

”Jangan pernah lakukan hal itu lagi.” Ucap Adith sembari memegang pipi Alisya dengan tatapan khawatir. Alisya hanya tertawa singkat kemudian mengangguk dengan cepat.

Mereka akhirnya sarapan dengan heboh karena ibu Adith terus menceritakan bagaimana ekspresi Adith sebelumnya serta dengan penuh semangat menunjukkan foto hasil jepretannya kepada Adith dan Alisya.

”Aku harap kalian bisa terus bahagia.” Ucap Ayah Adith saat mengantar Alisya kedepan pintu gerbang.

”Hati-hati di jalan!” teriak ibunya sembari terus melambai ke arah mereka berdua yang di sambut dengan lambaian penuh semangat dari Alisya.

Kedua orang tua Adith sangat bersyukur melihat kebahagiaan yang terlihat jelas di wajah Adith dan Alisya saat mereka bersama. Kedua orang tuanya berharap bahwa Adith dan Alisya takkan pernah terpisah lagi dan akan terus bersama selamanya.

2 Minggu kemudian…

Sejak pertama kali bertemu, melalui banyak hal yang tak terduga bahkan dengan tiap kebersamaan yang begitu dramatis serta segala macam konflik yang sudah mereka lalui, akhirnya sampai juga dimana mereka mengikat janji suci.

”Wow, kau terlihat tampan. Apa kau sudah siap? Sudah saatnya untuk kita berangkat.” Yogi masuk tanpa mengetuk pintu melihat Adith yang tengah memasang kopiahnya dengan gagah.

”Yup! Aku sudah siap.” Adith terlihat sangat bersinar dengan baju kokoh berwarna putih dengan bordiran berwarna gold yang sederhana namun nampak mewah di tubuh Adith.

”Aku tau kau sangat ingin untuk Alisya mengetahui tentang masa lalu kita saat bersama, tapi aku rasa seperti ini juga tak masalah selama kalian saling mencintai. Cinta yang sedari dulu sudah tumbuh pada akhirnya hari ini akan Bersatu juga.” Ucap Yogi yang melihat sedikit ekspresi kesedihan dari sikap diam Adith.

”Sejak kapan kau menjadi sebijak itu?” tatap Adith dengan senyuman yang terlihat licik.

”Ayo berangkat! Semoga kau tidak salah dalam mengucapkan kalimat Ijab Kabulnya.” Ucap Yogi beralu pergi meninggalkan Adith.

”Woy, yang ada aku jadi makin gugup tau!” bentak Adith keluar dari kamarnya.

”Ehem.. Tidak buruk!” komentar Zein melihat Adith yang sudah berpakaian rapi.

”Kau terlihat sangat luar biasa Dith!” seru Rinto yang ikut bersama Zein dan yang lainnya untuk mengantar Adith sebagai mempelai pria.

”Waah.. Aku tau kak Adith memang tampan, tapi kali ini kak Adith orang tertampan di dunia!” seorang anak kecil yang merupakan sepupu Adith Nampak memuji Adith dengan melebarkan tangannya membentuk bola yang langsung membuat semua orang jadi tertawa karenanya.

”Eh Dith, kami sudah menyediakan hadiah khusus buat kamu loh. Karena ini masih pertama, jadi itu seharusnya manjur buat sebentar malam.” Beni dan Gani tertawa cekikikan memikirkan hadiah yang sudah mereka siapkan untuk Adith.

”Jangan memberiku hal yang macam-macam jika kalian ingin hidup kalian selamat hari ini.” Ancam Adith merasa curiga terhadap apa yang akan dilakukan oleh para perusuh tersebut.

”Ijab Kabulnya sudah di hafal? Kalau tiga kali salah, nikahnya batal loh…” goda Riyan dengan berpura-pura berbisik di telinga Adith sedangkan suaranya begitu jelas terdengar oleh semua orang.

”Brengsek.. kamu lagi doain saya?” tatap Adith tajam yang semakin membuat dirinya gugup karena ucapan Riyan.