Chapter 354 - Dasar Lemot (1/2)

”Ummmh…” Adith terbangun dari tidurnya dan menemukan seorang perempuan yang terlihat sangat cantik di sampingnya.

”Uwaaahahhhhh!” Teriak Adith saat menyadari dirinya sudah dalam keadaan bertelanjang dada dengan wanita yang memeluknya dengan erat.

”Apa yang kau lakukan disini?” tanya Adith tak mengira wanita pelayan itu masih berada disana dan bahkan tidur dengannya.

Mendengar teriakan Adith, Alisya dengan cepat memasang ekspresi bingungnya namun kemudian teringat akan apa yang sudah terjadi semalam.

”Saatnya bermain peran!” Batin Alisya mengambil kacamata bulat dan gigi palsunya yang semalam ia letakkan di atas meja. Alisya berpikir bahwa untuk saat ini ia ingin terus berada disisi Adith dengan jati diri yang baru agar tidak banyak menarik perhatian banyak orang.

”Ba.. bagaimana kamu bisa masuk kemari? Sejak kapan aku berada disini?” Adith memegang kepalanya yang masih sedikit pusing karena pengaruh kuat obat yang semalam diberikan padanya lewat lilin aroma terapi.

”Kau melupakan apa yang sudah terjadi semalam?” Ayumi keluar dari kamar Adith menuju dapurnya untuk mengambil segelas air minum.

”Haahh???” Adith menganga lebar mendengar ucapan Ayumi yang sedikit ambigu buatnya.

”Hufffttt, yang aku maksud adalah kejadian penembakan yang kau lakukan dengan Calvin semalam yang membuat lenganmu sedikit terkena tembakan dan luka karenanya.” Tunjuk Ayumi menggunakan keningnya pada lengan Adith yang sebelumnya sudah di balutnya dengan cukup rapi.

”Oh…” tatap Adith mulai mengingat sebagian ingatan mengenai apa yang terjadi semalam setelah melihat bekas luka dilengannya. Adith juga mulai mengingat akan apa yang sudah dilakukannya pada wanita itu yang membuat pipinya seketika memerah malu.

Melihat ekspresi malu Adith, Alisya seolah paham apa yang sedang dipikirkan olehnya sehingga Alisya tersenyum licik.

”Kau baru pertama kali melakukannya?” tanya Ayumi bersandar dengan tatapan menggoda yang membuat Adith menjadi kaku dan kebingungan.

”Kau pikir siapa dirimu berkata seperti itu?” tanya Adith dengan tatapan kesalnya kepada Ayumi.

”Bukankah sudah aku katakana padamu semalam kalau aku adalah istrimu?” tantang Alisya datang menghampiri Adith secara perlahan-lahan.

”Mundur! Aku paling benci pada tipe wanita sepertimu, tingkat ke haluanmu terlalu tinggi. Sebaiknya kau pergi dari sini.” Bentak Adith dengan suara dingin setelah mundur beberapa langkah untuk menjauhi Ayumi.

Ia tak tahu entah mengapa tatapan wanita ini dibalik kacamata bulatnya membuat nyalinya sedikit menciut dengan aura menguasai yang cukup kuat.

Adith merasa kalau wanita ini telah memiliki kuasa yang cukup besar untuknya sampai hati dan tubuhnya terus bergetar.

”Tidakkah kau keterlaluan? Bahkan tubuhmu dan hatimu masih mengingatku tapi sepertinya otakmu masih dalam proses loading.” Ayumi tertawa pelan melihat tingkah imut Adith yang seolah belum pernah dilihanya sebelumnya.

”Ke… keluar dari apartemenku sekarang sebelum aku memanggil petugas.” Perintah Adith dengan suara yang bergetar saat mengatakannya.

”Dasar Idiot tampan!” Alisya langsung menarik kemeja Adith mendekatinya. ”Aku akan membuatmu menyesal karena sudah menolakku hari ini, kau tak kan ku beri jatah meski kau sudah mengingatku nanti.” Ayumi kembali tertawa sembari melepas kerah Adith dengan sensual dan berjalan pergi.

”Apa yang sudah terjadi pada wanita zaman kini? Kenapa mereka begitu agresif dan liar. Drama korea memang sedikit berbahaya juga.” Batin Adith sembari bernafas lega saat melihat Ayumi sudah menghilang dari balik pintunya.

”Clilittt” suara pintu kembali terbuka membuat Adith terlonjak kaget minta ampun.

”Kau!!!” Adith terlihat begitu marah saat Ayumi kembali masuk dengan santai.

”Aku melupakan ikatan rambutku!” Ayumi mengambil ikat rambutnya yang berada di atas meja dapurnya. ”Kita akan bertemu lagi nanti, bye” Ayumi sengaja mengikat rambutnya dihadapan Adith untuk menunjukkan leher jenjangnya yang terdapat 3 tahi lalat yang bisa mengingatkan Adith akan itu.

”I… itu?” tunjuk Adith pada leher Ayumi yang dikira Alisya bahwa ia sedang menunjuk pada 3 tahi lalatnya tersebut. ”Apa aku yang melakukannya?” ucap Adith yang ia maksudkan pada bekas cupang yang berada di leher Ayumi.