Chapter 406 - Ciuman Ganas dan Bar-bar (1/2)
Semua orang yang melihat kejadian itu terkejut bukan main. Ekspresi mereka mulai dari kaget, takut, takjub dan berbagai ekspesi jelek lainnya nampak di wajah mereka masing-masing. Ibu Lian terlihat kaku dan tak bergerak takut kalau Alisya akan mengalami nasib yang buruk setelah melakukan hal tersebut kepada direkturnya yang terkenal sangat dingin dan bengis kepada sentuhan langsung dengan orang lain.
”Bagaimana bisa dia mendorong direktur sekuat itu?” seorang pegawai wanita berkata dengan suara yang bergetar.
”Apa yang akan dilakukan oleh direktur kali ini? Terakhir kali Ayumi hanya membawakan air untuknya yang terjadi malah mendapat makian dan di siram oleh direktur.” Terang yang lainnya yang tadinya tidak terlalu menyukai Alisya, namun akhirnya mengkhawatirkan nasibnya.
”Apakah direktur akan memarahinya habis-habisan?” tanya yang lainnya juga mulai merasakan takut.
”Bukan hanya dia, aku takut gara-gara kejadian ini kita semua akan berakhir dipecat.” Tambah yang lainnya tak kalah takut.
”Tidak bisakah kalian liat ekspresi takut diwajah ibu Lian? Semua ini adalah idenya maka bisa jadi dia yang akan mengalami dampak yang lebih buruk lagi.” Dira menatap ekspresi pucat dari Lian yang sudah terlihat berkeringat dingin.
Dari mereka semua yang terlihat sangat ketakutan, Yogi terlihat nyengir-nyengir kuda dan sangat menikmati pemandangan itu. Ia bahkan tidak lupa untuk memotret kejadian tersebut dan mengunggahnya ke grub social media mereka.
Ketika satu ting masuk kedalam semua HP mereka yang dengan cepat menampilkan layar hologram bergambar kejadian tersebut dimana Alisya sedang menindih Adith, detik berikutnya grub mereka tak berhenti bergetar dan terus berbunyi. Beberapa dari mereka bahkan harus terperanjat kaget dan menyemburkan minuman serta menjatuhkan barang yang mereka pegang karena membuka gambar tersebut di tempat umum.
”Apa yang sedang terjadi?” Beni adalah orang pertama yang langsung menanyakan kejadian tersebut.
”Kenapa aku melewatkan kejadian seperti ini? Aku tak mengampuni kalian!” Karin menandai nama Yogi dan Rinto dalam pesannya dengan emoticon tinju serta wajah iblisnya.
”Wow,,, sepertinya Alisya semakin agresif terhadap Adith yah?!” Adora masuk dengan emotikon tertawa yang sedang menutup mulutnya.
”Ah…. Aku merasa sangat iri dengan kebahagiaan mereka berdua!” Gina juga tak kalah semangat dengan menambah emoticon mata yang bergambar cinta.
”Meski begitu, bukankah ciuman itu terlihat sangat brutal?” Emi melihat dengan terus tertawa tepingkal-pingkal.
”Apa bibir Adith sangat empuk sampai dia harus menciumnya dengan gaya bar-bar seperti itu?” Feby juga tak kalah gilanya saat tertawa hingga orang-orang disana menatap aneh padanya.
”Tapia kau akan memberikan jiwa dan ragaku meski ciuman itu sangat bar-bar!” sambung Gani dengan penuh semangat.
”Dimana ini, aku akan kesana sekarang!” Riyan segera menampilkan gambar pesawat untuk segera berangkat ketempat mereka.
”Sialan!!! Kalian bersenang-senang tanpa kami, aku takkan memaafkan kalian.” Zein tak kalah marah dengan moticon wajah yang merah.
”Jangan pernah lewatkan satu moment pun yang terjadi pada nona!” Ryu yang masuk malah nampak sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Yogi dengan mengirimkan gambar tersebut kepadanya.
”Ouuhhh.. A chan, kakak Ipar, Kendalikan diri kalian!” Akiko masuk dengan emoticon ekspresi terkejutnya yang sangat banyak.
”Apakah aku juga harus melakukan yang sama?” Karan membalas pesan dari Akiko yang seketika membuat mereka semua semakin heboh.