Chapter 483 - Hanya Akiko Yang Paling Terang (1/2)
Akibat kesalahan mereka semua, semuanya berpencar dan pulang ke rumah mereka masing-masing dan tidak melanjutkan lagi ke inginan mereka untuk kencan bersama dengan yang lainnya. Alisya yang tidak mengatakan apapun hanya terus terdiam dengan satu kata yang terucap yaitu pulang.
Hal yang sama yang terjadi pada Yogi dan Aurelia, bedanya Yogi sudah mendapatkan satu pukulan keras dari Aurelia yang terus mengomel padanya. Sebelum pulang, Yogi masih terus membujuknya untuk tetap berada disana dan menikmati perayaan malam itu, namun karena ia sudah kehilangan selera karena moodnya yang hancur membuat Aurelia memilih ingin pulang.
Akiko yang tak mengatakan apapun juga pada akhirnya memilih pulang yang sepanjang perjalan ia terus terdiam membuat Karan jadi sedikit takut karenanya.
”Katakan sesuatu, jika kau hanya terdiam seperti ini terus, kau akan membuatku semakin merasa bersalah.” Karan yang tidak tahan dengan Akiko yang terus terdiam membuatnya menghentikan mobilnya sejenak agar mereka bisa berbicara dari hati ke hati.
Tak mendapatkan jawaban dari Akiko membuat Karan langsung memegang tangannya dan meraih dagunya untuk membuat Akiko melirik ke arahnya.
”Aku tahu kamu marah bukan hanya karena aku menonton konser itu, kamu marah karena kamu sudah mempersiapkan ini semua untukku tapi kau malah menemukan aku sedang menonton konser yang menampilkan wanita-wanita seksi itu.” Karan terus berkata dengan lembut untuk meluluhkan hati Akiko.
”Aku minta maaf, aku akui kesalah itu dan akan aku pastikan takkan terulang lagi. Kau sendiri tahu kan meski selama ini aku juga sudah berhadapan dengan ratusan wanita yang mungkin tak kalah seksi dari mereka tapi aku tak menjatuhkan hatiku pada mereka. Kenapa?” Karan mendekatkan tubuhnya dan wajahnya ke sisi Akiko menatapnya dalam-dalam dan mengelus lembut pipinya yang putih dan berisi.
”Karena aku tidak bisa membohongi diriku kalau aku sudah jatuh dalam pesonamu yang dalam dan susah bagiku untuk menemukan yang lagi. Aku selalu berfikir bagaimana cara yang tepat untuk menemuimu kembali meski aku harus ke Jepang. Dan saat aku melihatmu kembali, tau kah kau betapa jantungku hampir saja meledak saat itu.” Terang Karan lagi mengungkapkan isi hatinya yang selama ini memang belum pernah di katakannya kepada Akiko.
Raut wajah Akiko terlihat mulai melunak melihat apa yang dikatakan oleh Karan. Akan tetapi matanya masih menunjukkan aura ketidakpercayaan yang membuat Karan sedikit gusar karenanya.
”Apa kau mengatakan semua ini hanya untuk membuatku tenang saja?” tanya Akiko dengan tatapan penuh keraguan.
”Harus bagaimana biar kamu percaya? Apa aku harus keluar dan berteriak?” tanya Karan yang tidak mendapatkan respon dari Akiko. ”Oke akan aku buktikan.”
Karan keluar dari mobilnya dan berdiri di tepi jalan yang cukup ramai dengan kendaraan yang membuat Akiko sedikit ketakutan dan lansung keluar mengikuti Akiko.
”Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila. Hentikan itu!” teriak Akiko menghentikan Karan yang terlalu dekat dengan bibir jalan.
Semua orang yang sedang berjalan di dekat trotoar memandang khawatir terhadap apa yang sedang dilakukan oleh Karan. Dengan sangat panik, Akiko pergi ke belakang Karan dan menariknya dengan kuat agar tidak terlalu dekat dengan bibir jalan.
”Biar seribu bintang dilangit, hanya Akiko yang paling terang! Biar seribu wanita di dunia hanya Akiko milikku seorang!!!” Teriak Karan dengan sangat lantang yang langsung membuat semua orang yang menyaksikan apa yang sedang terjadi tertawa dengan riuh.