Chapter 535 - Pisang Ambon Campur Durian (1/2)
”Wut wutt wutt wuuut” suara bising terdengar dari balik jendela kamar milik Alisya, sehingga dengan malas dia terbangun dan menghampiri jendela untuk melihat apa yang menyebabkan suara bising yang disertai dengan angin kencang tersebut.
”Ah… ada apa sih? Kenapa rebut sekali?” gumam Alisya sedikit kesal dengan suara bising tersebut.
Alisya yang mengucek matanya pelan-pelan langsung membuka jendela dan hembusan angin menyeruak masuk ke dalam kamarnya menerbangkan horden putih yang menutup jendela kaca bening yang sangat besar tersebut.
Samar-samar Alisya melihat Adith yang turun dari helicopter dengan begitu bersinar dan menawan . Adith seolah dipenuhi dengan sinar cerah beserta bunga-bunga ketika ia melangkahkan kakinya sehingga Alisya harus mengucek matanya beberapa kali karena merasa ada sesuatu yang salah dengan penglihatannya.
”Puhahahaha, sepertinya aku sangat merindukan dirinya hingga tanpa sadar aku seperti sedang berhalusinasi melihat dirinya sekarang. Aku harus mencari Karin atau Karan untuk memberikanku Vitamin penambah energi otak.” Gumam Alisya sembari menutup kembali jendela tersebut dengan menertawakan dirinya sendiri.
Dia tidak percaya akan apa yang baru saja dilihatnya sampai ia merasa konyol atas pikirannya sendiri. Dengan mendesah kuat, Alisya berusaha untuk mengumpulkan kembali kesadarannya yang berterbangan mengelilingi kepalanya yang bergambarkan pesona Adith.
”Mana mungkin dia berada disini!” ucapnya menarik nafas dalam sembari memijat kepalanya yang sedikit pening.
”Ada apa? Apa yang sedang terjadi? Kau baik-baik saja Sya?” tanya Karin yang datang terburu-buru karena mengkhawatirkan Alisya sebab suara keributan itu terdengar sangat dekat dengan kamar miliknya.
”Entahlah, kau perlu memeriksa tubuhku sekarang. Rasanya aku jadi mulai sering berhalusinasi dan kepala ku rasanya berat dan pening sekali, sampai aku seolah merasa melihat Adith yang berada di luar sana. Hahahaha” Alisya tertawa dengan suara lemah yang membuat Karin mengernyitkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Alisya.
Dia yang ingin menghampiri Alisya untuk memastikan keadaaanya tiba-tiba terhenti saat melihat sosok yang sudah menghampiri Alisya dari belakang.
”Bagaimana jika aku yang melakukan itu padamu?” Adith masuk setelah membuka jendela dan langsung memeluk Alisya dari belakang.
”Alisya.. kau baik-baik saja?” Yani datang dengan setengah berteriak mencari Alisya.
”Huh???” Yani yang baru masuk tiba-tiba bingung dengan matanya yang sudah tertutup oleh tangan Karin.
”Apa sih Karin, tangan kamu bau tau! Kamu habis megang kaki kamu yah?” Yani berusaha melepaskan tangan Karin, namun karena kesal Karin malah semakin memakai dua tangannya untuk benar-benar menutup mata Yani.
”Nih makan aroma Pisang Ambon campur Durian!” serang Karin bertubi-tubi hingga membuat Yani menjadi sedikit sesak memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Karin.
”Kamu ngapain nutupin mataku sih?” tanya Yani mulai sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh Karin kepadanya.