Chapter 540 - Informasi Mengenai Yakuza (1/2)
”Permisi Nona, ada yang ingin bertemu dengan anda.” Yuriko datang menghampiri Alisya dengan seorang pria yang tampak mengenakan pakaian serba hitam dan topi berwarna senada yang tampak jelas kalau ia sedang menyembunyikan identitasnya.
”Kau tidak apa-apa jika muncul di rumah ini, Gin?” Alisya yang langsung mengetahui siapa orang di belakang Yuriko, langsung merasa takjub. Tidak terkecuali dengan Gin, sebab ia sangat memperhatikan Alisya yang belum menoleh ke arah dirinya.
”Bagaimana kau tahu kalau dia adalah Gin?” tanya Yani kepada Alisya dengan kagum. Yani tidak tahu siapa yang dimaksud dengan Gin, namun dia tetap bertanya karena Alisya seolah sudah mengetahui siapa yang datang tersebut.
Yuriko kembali melirik orang yang berada di belakangnya tersebut, namun ia tetap merasa mustahil kalau Alisya bisa mengetahui siapa sosok yang ada di belakangnya tanpa di lihat secara langsung.
”Aku bisa mengenali setiap orang dari ritme jantung mereka. Cukup sekali bertemu, aku sudah bisa mengenali ritme jantungnya. Hal itu karena selama ini aku sudah tidak memakai alat pemberian Adith padaku, dan aku sudah bisa mengatasi traumaku dengan baik sehingga tentu saja aku bisa mengetahui siapa dia tanpa melihat dan cukup dengan mendengar suaranya saja.” Jelas Alisya Panjang lebar sembari memperlihatkan telinganya yang sudah tidak memakai alat peredam pemberian Adith.
”Aku hampir lupa dengan kau yang dulu sempat memiliki trauma dan sangat sensitive terhadap suara-suara bising. Tak ku sangka kau sudah lebih baik sekarang, apa semua ini karena kau sudah bisa menerima dan menghadapinya?” Karin memandang wajah Alisya dan mengenang kembali masa lalu dimana Alisya adalah orang yang sangat pendiam dan tidak suka dengan suara bising.
”Anggap saja seperti itu.” Ucap Alisya tersenyum manis dan bangkit dari tempat duduknya.
Kedatangan Gin segera menghentikan Karan dan yang lainnya yang sedang latihan. Dengan satu tatapan mata dan anggukan pelan dari Alisya, mereka bertiga paham dan segera menuju ke tempat dimana mereka bisa berdiskusi dengan baik dan nyaman.
”Jadi, apa yang bisa kamu laporkan kali ini?” tanya Alisya yang sudah duduk dengan nyaman di atas sofa.
”Himes ama, soal itu…” Gin tampak ragu-ragu untuk memberikan laporannya kepada Alisya.
”Duduklah, kau tak perlu sungkan seperti itu.” Pinta Alisya dengan ramah. Gin tidak langsung melakukan apa yang di suruh oleh Alisya, sampai ia melihat anggukan pelan dari Ryu, barulan ia duduk dengan santai.
Sungguh perlakuan sederhana yang baru saja ia dapatkan dari seorang pemimpin, namun rasanya Gin menjadi sangat menghormati Alisya karena hal tersebut. Gin sudah tidak lagi merasakan keraguan terhadap Alisya sehingga dengan atu tarikan nafas yang dalam dia sudah yakin akan apa yang ia lakukan.
”Pemipin Yakuza di berbagai daerah lain sudah mulai bergerak. Dan ada beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum nona benar-benar mulai berhadapan dengan mereka” ungkap Gin dengan suara dan mimic wajah yang terlihat sangat serius.
”Lanjutkan!” ucap Alisya dengan tegas agar Gin melanjutkan apa yang ingin di laporkannya.