Chapter 113 - Yakuza (1/2)

”Apa yang kalian inginkan? bukankah uang yang aku berikan sudah lebih dari cukup? tidak ku sangka kalian cukup serakah” Akiko berkata dengan dingin mulai kehilangan kesabarannya.

”Uang yang kamu berikan tidak akan cukup, karena tubuhku yang panas maka kau harus mendinginkannya dengan tubuhmu.” pria itu menatap Akiko dengan pandangan melecehkan dari bawah hingga keatas yang membuat Akiko merasa risih.

”Bagaimana jika aku saja yang melakukan itu untuk kalian? Dia tidak akan mampu untuk melayani kalian berlima.” Alisya menaruh barang-barangnya di atas meja kemudian menarik Akiko dan mendudukkannya lalu menggantikan sepatu hak tingginya dengan sendal kelinci berbulu yang nyaman dan hangat.

” Alisya jangan, mereka itu jahat! kamu jangan mau mengikuti kelicikan mereka.” Akiko berusaha mencari terjemahan bahasa Indonesia sewaktu Alisya sibuk memasangkannya sepatu dan berbicara dengan terbata-bata. Akiko tidak ingin Alisya terlibat karena kesalahannya sehingga ia lebih memilih untuk menyelesaikannya sendiri.

”Tidak apa-apa jangan khawatir ini tidak akan lama! kamu tunggu saja disini..” ucap Alisya menggunakan bahasa Indonesia sembari tersenyum mengelus lembut rambut Akiko. Akiko tak paham apa perkataan Alisya tapi dari senyuman Alisya ia berpikir untuk tidak mengkhawatirkannya, namun Akiko tidak yakin karena Alisya belum tau banyak hal tentang jepang.

”Kak,,, dia lumayan juga. Bodynya lebih mantap dan cantik di banding dia!” seorang pria lain menatap Alisya dengan tatapan berliur. beberapa orang lainnya tertawa dengan penuh semangat sudah tidak bisa menahan diri lagi.

”Jadi kau mau menggantikan dia? tidak buruk! sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang untukmu” Pria itu memegang dagunya menilik tubuh Alisya.

Saat itu Alisya memakai Gaun one piece yang tidak terlalu pendek bermotif bunga dan sepatu gladiator yang merupakan saran dari akiko untuk membuat Alisya terlihat seperti wanita jepang pada umumnya. Alisya yang memiliki darah jepang dari ibunya membuatnya terlihat cantik dan manis ketika menggunakan gaun itu.

”A alisya,,, mereka itu gang suter” Akiko berusaha memperingatkan Alisya dengan mengatakan mereka gangster dalam bahasa Indonesia.

”Tidak apa-apa! Aku bisa menanganinya” terang Alisya memberi isyarat untuk tetap menunggunya disana. ”Jangan kemana-mana” lanjutnya lagi dengan menggunakan bahasa jepang yang sangat fasih.

Gangster yang dimaksudkan Akiko dijepang sebenarnya merujuk pada geng Yakuza yang memang masih banyak terdapat di wilayah jepang. Ada dua fraksi besar Yakuza, yaitu Yamaguchi-gumi yang dipimpin Kazuo Taoka, dan Tosei-kai yang dipimpin Hisayuki Machii. Dan ibu Alisya menjdi pemimpin utama dari kedua fraksi tersebut lalu mengangkat kembali tujuan pembuatan Yakuza masa lampau yang asalnya untuk melindungi masyarakat. Namun setelah sepeninggal ibu Alisya tujuannya berubah menjadi menakuti masyarakat. Alisya mengetahui informasi ini selama dia berada di Jepang.

”Bagaimana kalau di lorong yang gelap itu? sepertinya tempat itu bagus! kau tentu tak keberatan kan? dilihat dari wajahmu akan sulit untuk membawamu masuk kedalam hotel atau motel” Ajak si pria yang kemudian memegang pinggang Alisya dengan sensasual.