Chapter 219 - Kombinasi Sempurna (1/2)
Sepulang dari pesta, mereka tidak langsung kembali ke sekolah melainkan kerumah Adith atas permintaan Alisya yang ingin bertemu dengan ibu Adith. Sudah cukup lama baginya tidak bertemu dengan ibu Adith. Ia akan merasa sangat bersalah dan kurang nyaman jika tidak mengunjungi Ibu Adith yang sedang sakit.
”Bagaimana keadaan tante?” Alisya masuk dengan tatapan nanar yang penuh akan kekhawatiran.
”uhhh,,, Pa,, aku pikir hanya tubuhku saja yang sakit. Ternyata sekarang hatiku juga lebih sakit!” ucap ibu Adith menoleh kepada suaminya yang tersenyum hangat.
Alisya mengerutkan keningnya tak paham akan perkataan dari ibu Adith.
”Ah,, maaf saya kemari tidak sempat bawa apa-apa, saya...” Alisya mencoba menjelaskan situasinya kepada ibu Adith.
”Peka lah sedikit, bukan itu yang mama maksud. Aku rasa dia sudah pernah mengatakannya sebelumnya saat kau memanggilnya tante!” Adith duduk disamping Alisya sembari memijat-mijat tubuh ibunya.
”Ohh.. Maaf, ma... ma...” ucap Alisya masih agak canggung. Sudah cukup lama saat lidahnya mengucap kalimat itu sehingga ia tercekat penuh haru dengan kelemah lembutan dan kehangatan serta keramahan ibu Adith yang penuh kasih sayang kepada dirinya.
”Saya sudah sangat menyayangi mu sejak dulu Alisya, Saya berharap kamu bisa mengingatku dan melepas masa trauma mu itu!” gumam ibu Adith yang hanya bisa didengar oleh Adith yang berada di sisi ibu nya.
Adith merasakan pilu dibalik suara ibunya itu.
”Saya sangat senang kamu memanggilku seperti itu. Dan tentu saja akan menjadi sangat senang jika kamu bisa menjadi anakku yang sesungguhnya. Dengan menjadi pasangan Adith tentunya.” ucap Ibu Adith secara tiba-tiba yang langsung saja membuat Jantung Alisya berdetak dengan sangat cepat bahkan kali ini jam di tangannya sudah berbunyi cukup keras karena sudah melampaui kuasa Alisya.
Alisya seketika menjadi sangat gugup dan memerah karena permintaan mendadak ibu Adith. Melihat tingkah Alisya, Adith tidak bisa menyembunyikan tawanya.
”Perkataan mu itu hampir saja membuat Alisya menelan lidahnya sendiri” ucap ayah Adith sembari tersenyum ingin membela Alisya.
Mendapat perlindungan dari ayah Adith, Alisya menatap ayah Adith dengan senyuman terimakasih.
”Tapi sepertinya aku juga akan sangat bahagia jika benar Alisya menjadi istri dari Adith dan menghadirkan cucu yang banyak dirumah ini, biar nggak sepi!!!” tegasnya sambil melirik ke arah Adith.
Adith langsung menaikkan jempolnya kepada Ayahnya yang sudah mendukungnya penuh...
”Wuuaaahhh... sepertinya kalian semua sedang bekerjasama dengan sangat baik saat ini, aku sampai merasa sangat terharu!!” Alisya ingin menangis rasanya berada ditengah mereka yang sedang bersekongkol atas dirinya.
Mereka semua tertawa dengan renyah melihat Alisya yang sudah tampak tidak merasa canggung lagi. Sikap ramah dan lembuh ibunya menurun kepada Adith yang selalu perhatian kepada Alisya. Dan sikap nakal serta jahil ayahnya juga menurun kepada Adith.
Semua kombinasi sempurna yang diturunkan kepada anaknya yang sangat mereka kasihi itu. Rumah itu memang terlihat sangat besar namun ibu Adith tentu akan merasa kesepian setiap kali ditinggal oleh suaminya yang pergi bekerja dan anaknya yang pergi ke sekolah. Hanya para pembantu dan Asisten rumah tangga saja yang biasa menemaninya.
”Aku akan sering berkunjung kemari untuk menemani mama saat kami sudah kembali dari lomba tingkat Nasional nanti” ucap Alisya sebelum memohon diri untuk kembali ke sekolah.
”Tentu saja, saya akan sangat senang jika kamu benar melakukannya.” ucap ibu Adith dengan suaranya yang sedikit serak karena demam.