Chapter 228 - Paku Payung (1/2)

”Uppsss... Masih ada 3 pertandingan lagi melawan kami, segala hal bisa terjadi pada 3 pertandingan itu. Kecuali kalau kalian terlalu pengecut untuk menghadapi kami.” seru Adith yang sudah tersenyum manis menghadapi Gery.

”Puffttt,, jangan kira kami takut melawan kalian bertiga. Kami tidak takut dan bahkan sudah tidak sabar lagi untuk segera membuat kalian bertekuk ltutu di kaki kami.” Ubay merasa terpancing dengan ucapan Adith kepada mereka.

Selanjutnya adalah pertandingan antara Gery melawan Riyan. Meski Adora dan yang lainnya sudah tak bisa menahan emosi dan tak mampu melihat derita teman-temannya lagi, mereka tetap berada disana untuk melihat sampai akhir dan mendukung mereka semua hingga akhir seperti apa yang sudah dikatakan oleh Karin kepada mereka.

Dengan menggertakkan gigi, Adora memberikan aba-aba kepada mereka dan Edo mengerling nakal sambil berteriak pada speaker hologramnya.

Mereka berdua langsung melesat naik dengan pertarungan sudah terjadi saat mereka akan menaiki tangga lantai pertama dimana Gery dengan kuat menarik kaki Riyan sehingga ia terjatuh membentur ke tangga.

Riyan yang sebelumnya memberikan kesempatan kepada Gery ternyata malah disia-siakan sehingga dengan satu hentakkan penuh Riyan bangkit, dan menatap tajam ke arah Gery.

”Sepertinya takkan ada maaf untuk kalian lagi. Sebaiknya aku harus memberikan pelajaran berharga untukmu.” tegas Riyan mengepalkan erat kedua tangannya.

Dengan cepat ia menaiki anak tangga dengan melompat langsung melewati 3 hingga 4 tangga untuk bisa mencapai Gery. tidak butuh waktu lama untuk dia bisa mencapai Gery sehingga ketika dia mencapainya Ryan langsung melakukan serangan secara tiba-tiba. Dengan begitu kedudukan mereka sama pada tangga ke-8.

Gery yang melayangkan pukulan langsung ditangkis oleh Ryan. Ryan dengan keras kembali membalikkan pukulan dengan menghantam dada Gery sehingga Gery terdorong kebelakang. cara Rian masih tergolong halus dibandingkan dengan cara mereka yang sangat kotor.

tujuan Ryan hanyalah memberikan sedikit pelajaran kepada Gery dengan tidak melakukan hal-hal kotor seperti yang mereka lakukan pada teman-temannya yang lain.

”Brengsek, beraninya kau memukul dadaku aku akan memberikan pelajaran yang lebih berat lagi. Tunggu saja nanti.” Gery menyadari kesalahannya dan malah semakin berulah. Riyan hanya menatap dengan iba dan langsung menuju ke lantai berikutnya.

Melihat Riyan yang sudah berada di lantai atas kiri langsung melemparkan paku payung di area sekitar lantai Riyan berjalan. Rian yang sudah menduga akan hal tersebut dengan cepat mampu menyesuaikan langkahnya dengan hamburan paku yang telah disebarkan oleh Gery.

”Apa paku payung? bukankah itu tidak adil kurang ajar kalian benar-benar keterlaluan. Ini tidak bisa lagi dibiarkan. ”ucap Feby marah dengan sangat obat keras berteriak ke arah Ubay dan dan Erik.

”Apa tidak adil? hahaha... Bukankah dari awal aku sudah bilang bahwa pertandingan ini adalah pertandingan bebas tanpa aturan, jadi kenapa itu kau bilang tidak adil? kalianlah yang terlalu picik dengan mengira ini akan berjalan sesuai keinginan kalian. Jangan harap kalian akan menang dengan mudah ” Ubay tertawa dengan sangat keras mendengar ucapan dari Febby yang sedang marah.

”Apa benar kalian manusia? sepertinya hanya wujud kalian saja yang manusia tetapi hati kalian melebihi iblis yang sangat kejam. aku kasihan dengan ibu kalian yang telah melahirkan kalian, sungguh anak-anak Yang Malang.” Aurelia menyemir dengan sangat merendahkan memandang jijik ke arah Ubay dan Erik.